Genial, Tafkir - Kata kharismatik sangat sering didengar dalam kehidupan keseharian kita, seperti pemimpin kharismatik, tokoh agama kharismatik, tokoh politik kharismatik, guru atau dosen kharismatik, ayah kharismatik, pesulap kharismatik, dan bahkan dukun kharismatik.

Apakah manusia membutuhkan kharisma? Tentu, ya. Sebab kharisma merupakan sifat atau potensi kejiwaan yang melekat pada masing-masing diri manusia. Tiada kesuksesan tanpa Kharisma.

Apakah faktor fisik seperti badan tegak dan tinggi serta bertampan  gagah, manis atau cantik memengaruhi kharisma seseorang? Tentu ya, namun sangat kecil pengaruhnya. Lalu, apa yang paling memengaruhi proses optimalisasi kharisma seseorang?

Cohen (2000) menguraikan bahwa, para pakar psikologi dan manajemen sumber daya manusia membagi sumber kharisma menjadi dua, yaitu:

(a) Kharisma yang berasal dari anugerah Tuhan.

Kharisma berasal dari Bahasa Yunani yang berarti “anugerah Tuhan”, artinya setiap orang, sejak lahir telah memiliki kharisma. Bobot kharisma pada masing-masing individu tergantung pada bagaimana individu itu mengolah dan mengembangkannya.

(b) Kharisma yang berasal dari upaya penaklukan manusia itu sendiri.

Napoleon Bonaparte, sang penakluk tersohor itu, berpendapat: kejayaan dan kesuksesan  aku capai karena aku memiliki kekuasaan. Kekuasaan aku miliki karena aku mempunyai kekuatan.

Kesimpulan Napolen ini didukung oleh peneliti dari Universitas California Selatan; Warrant Dennis dan Burt Nanus. Keduanya menyimpulkan bahwa pemimpin yang sukses cenderung dipandang sebagai pemimpin kharismatik.

Dua pilihan optimalisasi kharisma tersebut terbentang di depan mata kita. Anda bebas  memilihnya, sesuaikan dengan potensi diri anda masing-masing. Namun, yang akan dibahas dalam artikel ini adalah pilihan pertama, karena cara pertama dianggap pilihan paling ideal. Semua orang dapat melakukannya jika mempunyai ketekunan, kegigihan, dan keuletan secara totalitas dan kontinyuitas.

Selanjutnya, Mayjend (Purn) AU U.S. William A. Cohen, Ph.D. dalam bukunya The New Art of The Leader yang diterbitkan pada tahun 2000, menyebutkan, ada 7 (tujuh) langkah yang harus ditempuh untuk mengoptimalisasikan kharisma sebagai anugerah Tuhan pada diri kita masing-masing, yakni:

1. Komitmen atau loyalitas,

2. Perhatikan bagian-bagian secara detail,

3. Memiliki mimpi besar,

4. Terus maju menuju tujuan,

5. Tekun Berlatih,

6. Bangun suatu misteri,

7. Gunakan pendekatan secara tidak langsung (proaktif).

Menurut penulis, selain ketujuh langkah tersebut, masih ada hal yang tak kalah pentingnya untuk dilakukan, yaitu antisipatif.

Mari kita mengurai satu-persatu langkah-langkah optimalisi potensi anugerah kharisma dari Tuhan tersebut:

Komitmen atau Loyalitas: dimanapun anda berkecimpun, anda harus berkomitmen penuh. “ringan sama dijinjing, berat sama dipikul”. Jika anda seorang pemimpin, jadilah pemimpin yang berada di garda terdepan. Anda harus bersedia mengorbankan diri, menghadapi risiko bersama dengan anggota anda, dan anda harus rela mengeluarkan daya pribadi jika dibutuhkan. Ingat, komitmen atau loyalitas anda harus benar-benar tulus, tidak boleh berpura-pura karena anda akan dilihat terus-menerus oleh anak buah anda. 

Perhatikan Bagian-bagian Secara Detail. Pakaian dan style apa yang anda gunakan dalam pekerjaan anda akan menjadi perhatian orang. Di sini anda harus memilih style dan pakaian yang benar-benar menarik orang lain dan menjadi ciri khas anda. John T. Mollow dalam bukunya Dress for succsess, mengatakan bahwa hasil penelitiannya yang berkaitan dengan hal ini, sungguh sangat menakjubkan.

Apa yang anda kenakan dalam pekerjaan anda sangat menetukan kesuksesan anda. Anda akan gagal jika seorang pemimpin di peternakan hewan, lalu anda menggunakan pakain eksekutif orang kantoran, seperti jas, dasi, dan perhiasan mewah. Bentuk badan tegak dan tinggi serta wajah tampan dan cantik, tidak signifikan mempengaruhi kesuksesan besar anda.

Memiliki Mimpi Besar: Mengapa anda harus memiliki mimpi besar? Karena anda tidak akan mampu mencapai sesuatu yang lebih tinggi di atas ekspektasi anda. Prinsip ini juga berlaku dalam organisasi atau kelompok. Camkan, mimpi besar anda, harus yang bermanfaat bagi anda atau organisasi anda dan masyarakat pada umumnya.

Terus Maju Menuju Tujuan: Jika anda seorang pemimpin, maka teruslah melangkah maju untuk mencapai impian besar anda dan organisasi anda. Anggota anda akan selalu menunggu langkah maju anda. Jika anda terus melangkah maju, maka anggota anda akan terus melangkah maju juga.

Menentukan tujuan besar adalah sesuatu yang mudah, namun tidak mudah mencapainya. Oleh karena itu, teruslah melangkah maju untuk mencapai tujuan besar itu. Langkah maju pantang mundur itulah yang mutlak anda lakukan jika anda ingin sukses. Prinsip kaum suku Bugis, sekali layar berkembang, pantang kembali sebelum sampai di pulau tujuan.

Tekun Berlatih: Seberat apapun tantangan yang anda hadapi untuk mencapai kesuksesan anda atau organisasi anda, jika anda melakukannya dengan latihan yang sungguh-sungguh, pasti kesuksesan akan anda raih. Lihatlah para kontingen olimpiade di cabang olah raga senam, mereka dengan mudah dapat melakukan gerakan yang sangat fantastis dan sangat sulit. Mereka dapat melakukan gerakan senam itu karena mereka melakukan latihan terus-menerus. Gerakan-gerakan itu sungguh sangat sulit bagi orang biasa yang tidak pernah melakukan latihan.

Bangun Suatu Misteri: temukan cara-cara unik dan spesifik yang sulit ditiru orang lain untuk mencapai tujuan anda. Anda tidak boleh membuka rahasia kesuksesan anda kepada semua orang. Tirulah cara pesulap mempertontonkan keahliannya kepada anda secara misterius. Para pesulap tidak akan pernah  membuka rahasia permainan sulapnya, kecuali kepada orang tertentu.

Gunakan Pendekatan Secara Tidak Langsung (proaktif): Jika anda menginkan suatu perubahan dalam organisasi anda, maka andalah yang harus melakukan perubahan terlebih dahulu.Jika anda melakukan hal itu, niscaya anggota anda akan ikut berubah tanpa anda instruksikan secara langsung. Anda ingin anggota anda datang tepat waktu di pagi hari ke kantor, maka anda harus mencontohkan terlebih dahulu. Jika anda melakukan itu,  niscaya anggota anda akan mengikuti jadwal kedatangan  ke kantor dengan tepat secara otomatis.

Antisipatif: Setiap saat pasti akan ada masalah yang dihadapi. Tampillah sebagai yang terdepan memberikan solusi atau way out atas semua masalah yang muncul.

Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Pemurah, dan Maha atas segalanya, tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak merubahnya sendiri”.

Kutipan firman Tuhan tersebut dalam kitabnya, sangat jelas menginformasikan kepada kita semua, bahwa tidak akan terjadi perubahan dalam diri sesorang atau organisasi atau lembaga apapun, tanpa usaha dari kita masing-masing untuk merubahnya. Tuhan telah menganugerahkan kepada kita akal pikiran dan jiwa yang dilengkapi kharisma. Taklukkanlah dunia ini dengan anugerah itu. Lakukan langkah-langkah optimalisasi yang tepat, sehingga potensi anugerah itu menuntun kita untuk meraih puncak kesuksesan. [*]

Iskandar Turusi

Ketua PP Baitul Muslimin Indoesia (BAMUSI)

Ketua Koordinator Nasional Forum Keluarga dan Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (KORNAS FOKAL IMM)

You may also like