Mohammad Azad/Net
GENIAL.ID. Tindakan teror dan aksi pembunuhan yang dilakukan pengecut rezim zionis Israel terhadap ilmuwan nuklir Iran Profesor Mohsen Fakhrizadeh merupakan pelanggaran nyata terhadap aturan internasional serta prinsip moral dan kemanusiaan yang dilakukan terhadap Iran.

Demikian pernyataan resmi Duta Besar Republik Islam Iran di Jakarta, Mohammad Azad, yang fasih berbahasa Indonesia, kepada Genial.Id, hari ini (Kamis, 3/12).

“Selama ini, Iran merupakan negara yang berada di garis terdepan dalam perang melawan terorisme demi membangun perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia,” kata Azad.

Rakyat Iran, sambung Azad, berharap komunitas internasional dan negara-negara pembela hak asasi manusia untuk mengutuk terorisme negara dan membangun konsensus agar melawan ketegangan di kawasan. Iran juga menyerukan kepada dunia internasional, khususnya Uni Eropa, untuk meninggalkan standar ganda dan mengutuk tindakan terorisme yang berbasis negara ini.

“Tindakan teroris terhadap ilmuwan terkemuka Iran memperlihatkan keputusaan para musuh rakyat Iran yang berasal dari kelemahan, ketidakmampuan dan kekalahan mereka di kawasan dan di arena politik lainnya,” jelas Azad.

Azad melanjutkan bahwa musuh-musuh bangsa Iran yang buta hati, terutama mereka yang merancang, melakukan dan mendukung tindakan kriminal ini, harus mengetahui bahwa tindakan jahat seperti itu tidak akan mempengaruhi tekad dan keinginan bangsa Iran untuk melanjutkan jalan mereka yang mulia menuju kemajuan dan kejayaan.

“Pembunuhan ilmuwan-ilmuwan terkemuka Iran seperti Syahid Prof. Mohsen Fakhrizadeh tidak akan melemahkan kemajuan kami di berbagai ranah termasuk sains dan inovasi,” tegas Azad.

Azad juga menyayangkan media arus utama di Barat yang menyesatkan dan berusaha untuk menutupi tindakan teroris ini dengan menyoroti program nuklir Iran. Padahal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) berulang kali telah mengonfirmasi bahwa Iran telah sepenuhnya mematuhi JCPOA dan langkah-langkah Iran dalam menanggapi penarikan sepihak AS dari JCPOA tidak berdampak pada pengawasan dan pemantauan serta verifikasi IAEA atas program nuklir damai Iran.

“Program nuklir damai Iran tetap tunduk pada kerangka inspeksi internasional yang paling kuat dalam sejarah IAEA,” demikian Azad.

Diketahui, pada 27 November lalu, syahid Mohsen Fakhrizadeh dibunuh di Absard, dekat ibu kota Teheran.

Pembunuhan ini dilakukan saat sang Syahid berkendara menggunakan mobil anti-peluru. Sayhid keluar karena mendengar bunyi seperti tembakan yang mengenai mobilnya. Di saat itulah, sebuah mobil Nissan yang sudah dipasang senapan otomatis melintasinya, lalu menembak dari jarak sekitar 137 meter.

Press TV, kanal televisi berbahasa Inggris, menyebutkan bahwa di lokasi kejadian ditemukan senjata dengan logo dan spesifikasi industri militer Israel. [pmu]

You may also like