istimewa
GENIAL.ID, Badung - Pengelola Daerah Tujuan Wisata (DTW) Pantai Pandawa yang terletak di Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali, menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Pandawa Bangkit" sebagai upaya pemulihan pariwisata ke daerah tersebut yang terdampak pandemi COVID-19.

"Kegiatan ini kami kami harapkan dapat menarik kembali wisatawan dari berbagai daerah untuk berlibur di Pantai Pandawa," ujar Ketua Panitia Pandawa Bangkit, Wayan Duarta di Badung, Rabu.

Ia menjelaskan, Pandawa Bangkit sebenarnya merupakan acara reguler yang diselenggarakan setiap tahun yang sebelumnya bertajuk Festival Pandawa. Namun, karena kondisi saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19, pihaknya mengubah konsep kegiatan menjadi lebih sederhana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan mengutamakan upaya promosi destinasi.

Kegiatan tahun ini juga berbeda dengan kegiatan yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya menampilkan berbagai pertunjukan di satu panggung. Tahun ini, rangkaian kegiatan "Pandawa Bangkit" diselenggarakan secara tersebar di sepanjang Pantai Pandawa.

"Tidak ada istilahnya kegiatan di satu titik atau panggung khusus untuk itu, jadi semua kegiatan dilaksanakan di area yang biasanya dilakukan kegiatan seperti pertunjukan tari kecak di panggung atraksi seni dan budaya Pantai Pandawa, agar todak terjadi kerumunan masyarakat dan wisatawan," ujarnya.

Wayan Duarta mengatakan, kegiatan Pandawa Bangkit juga tidak mengundang wisatawan sebanyak-banyaknya untuk datang, namun lebih untuk menunjukkan kesiapan kawasan Pantai Pandawa yang aman untuk dikunjungi.

Selain itu, kegiatan itu juga sebagai upaya promosi yang cukup efektif melalui unggahan di media sosial milik wisatawan yang berkunjung ke pantai.

"Melalui kegiatan ini kami ingin menjaga eksistensi Pantai Pandawa dan untuk mempromosikan kawasan ini agar wisatawan kembali datang," kata Wayan Duarta.

Ia menambahkan, pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan selama masa liburan Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 sebanyak 50 ribu orang wisatawan.

"Kunjungan sejauh ini didominasi oleh wisatawan domestik dari Bali dan luar Bali menggunakan kendaraan pribadi. Biasanya pada tanggal 29, 30, 31 dan tanggal 1 Januari paling banyak kunjungan wisatawan. Namun sebenarnya target ini masih jauh jika dibandingkan tahun lalu sebelum ada COVID-19," ujarnya.

You may also like