Kunjungan Anggota Wantimpres, Putri Kuswisnu Wardani ke peternakan sapi perah milik Ibu Nani, seorang WNI yang telah tinggal di kota Featherstone sejak 15 tahun yang lalu.
Genial - Untuk mengatasi tingginya angka impor daging sapi, Indonesia harus meniru cara yang dilakukan oleh Selandia Baru. Negara berpenduduk sekitar 5 juta jiwa ini memiliki produksi ternak sebanyak 31 juta, yang mana 7 juta diantaranya merupakan sapi dan sisanya domba dan kambing.

Hal ini disampaikan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Putri Kuswisnu Wardani dalam  kunjungannya ke Selandia Baru beberapa hari lalu. 

Kemudahan produksi ternak di Selandia Baru disaksikan langsung Anggota Wantimpres yang juga pengusaha kosmetik ini saat berkunjung ke peternakan sapi perah milik Ibu Nani, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah tinggal di kota Featherstone sejak 15 tahun yang lalu.

Di luas peternakan sebesar 156 hektar tersebut, Ibu Nani bersama suaminya seorang WN Belanda memelihara sekitar 700 ekor sapi produktif. Hasil perahan susu peternakannya, dijual kepada koperasi bernama Fonterra yang merupakan produsen susu formula bayi terbesar di dunia. Uniknya sistem koperasi di Selandia Baru memungkinan peternak untuk memiliki saham sebesar hasil ternaknya sehingga nilai tambah produksi susu juga dapat dinikmati oleh peternak Selandia Baru. 

Sistem yang berkeadilan tersebut, menurut Putri yang dalam kunjungan ini didampingi ibu Kartini Sjahril Panjaitan, merupakan kunci besarnya populasi ternak di Selandia Baru. Dalam pengamatan Putri, para peternak di Selandia Baru senantiasa melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh karena telah dilindungi oleh sistem yang menjamin kesejahteraan peternak.

"Pemerintah Selandia Baru juga tidak segan-segan untuk memberikan penyuluhan gratis tentang teknologi modern tepat guna agar hasil ternak disana senantiasa produktif baik dari sisi kualitas maupun kuantitas," ujarnya.

Dubes RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya menjelaskan bahwa Selandia Baru memiliki sistem koperasi dan UKM yang didukung penuh oleh segenap kebijakan negara. Sistem koperasi di Selandia Baru ini memungkinkan peternak menjual dengan standar harga internasional sehingga menguntungkan peternak. (Mir) 

You may also like