Istimewa
GENIAL.  Setiap manusia  saat tertidur pasti pernah bermimpi.  Kadang mimpi yang hadir di dalam tidur kita adalah mimpi yang baik , kadang pula mimpi yang buruk.

Sebagai umat muslim tentunya merespon mimpi yang hadir dalam tidur  sebagai anugerah dan kebesaran Allah SWT. Maka, itu sikapi mimpi itu dengan penuh kepasrahan dan menyerahkan segala apa yang terjadi nanti kedepan hanya kepada Allah.

Jika mimpi yang hadir dalam tidur kita adalah mimpi baik, maka sikapi dengan rasa syukur, dan jika mimpi buruk yang hadir dalam tidur kita tidak perlu gundah atau was-was.

Islam memiliki tuntunan kepada umatnya dalam menyikapi mimpi. Sehingga kita tidak terperosok pada sikap yang salah dan membawa akibat yang buruk.

Rasullulah SAW mengabarkan bahwa mimpi yang dialami umat manusia ada beberapa macam. Dalam hadits yang yang diriwayatkan oleh Ahmad, baginda bersabda:

“Mimpi itu ada tiga macam: mimpi yang baik adalah kabar gembira dari Allah, mimpi sedih yang berasal dari syaitan dan mimpi biasa karena bisikan seseorang kepada jiwanya.”

Maka itu, setiap muslim harus tahu bagaimana cara menyikapi mimpi yang dialami.

Menyikapi Mimpi Baik

Jika seorang muslim mengalami mimpi baik saat tidur sikap yang harus dia lakukan adalah:  Pertama, Harus memuji Allah SWT atas mimpi yang sudah dialaminya. Sikap ini dianjurkan oleh baginda Rasullah SAW. Karena mimpi baik itu datangnya dari Allah SWT.

Seperti dalam sabdanya: “Jika salah seorang dari kalian bermimpi sesuatu yang disukai maka itu berasal dari Allah. Maka Hendaklah memuji Allah atas mimpi tersebut.” (HR: Al-Bukhari dari Abu  Sa’id).

Kedua, Kita tidak boleh menceritakan mimpi tersebut, kecuali kepada orang yang menyukai kita. Mengapa demikian karena orang yang mencintai kita pasti akan mengharap kebaikan dari mimpi tersebut. Tapi bagi yang tidak mencintai kita pasti akan mengharapkan keburukan dari kita.

Ketiga, Menta’birkan mimpi dengan sebaik-baiknya penafsiran. Setelah menceritakan kepada orang yang mencintai kita perasaan kita akan lebih lega. Dan berikan tafsiran atas mimpi tersebut dengan sebaik-baiknya penafsiran.  Sebab, seorang muslim dituntut agar berharap dan berprasangka baik kepada Allah dalam setiap keadaan, dan penafsiran yang baik akan mendukung hal tersebut. (Mir) 

You may also like