Rabiyatun Adawiyah (29)
GENIAL.ID, Jakarta - Seorang tenaga medis asal Kota Subulussalam Provinsi Aceh, yang bertugas di rumah sakit Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabiyatun Adawiyah mengungkapkan kerinduannya kepada buah hati tercinta yang sudah terpisah selama masa tugasnya sebaga Relawan Virus Corona, Jum'at (22/5).

"Uti (Panggilan Sang Buah hati) maafkan bunda karena harus berpisah untuk beberapa bulan ini, maaf nak, bunda cuma bisa memberi perhatian dari kejauhan, maafkan bunda sayang selama ini tidak bisa nemani Uti bobok setiap malam, maafkan bunda tidak bisa berpuasa dan berlebaran bersama di sana. maafkan bunda belum bisa pulang sampai batas waktu yang di tentukan. Love you so much my daughter," utara sang bunda sambil tersedu menahan isak pilu tangisannya.

Kepada Genial.id perempuan 29 tahun Asal Aceh dengan panggilan Atun itu menuturkan sudah meninggalkan putrinya Hagia Sophia Fuzra (Uti) yang masih berusia 3 tahun sejak 4 April lalu. Sebelum menjadi tenaga medis Covid 19 Wisma Atlet Atun merupakan tenaga kontrak bagian laboratorium di RSUD Subulussalam. 

"Seperti perasaan insan lainnya, saya juga merasa sedih dikarenakan tradisi kita masyarakat Indonesia khususnya umat muslim, akan menyambut Hari Kemenangan dengan kumpul bersama keluarga tercinta, kerinduan ini sangat menyayat hati apa lagi di momen Idul Fitri yang kian terasa ini," 
tutur ibu yang akrab disapa Atun.

Lanjut Atun, Sebenarnya pada 27 Ramadhan tugasnya telah usai dan sudah bisa pulang ke kampung halaman. Namun karena adannya perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta, ia diperkirakan baru dapat kembali pada ahkir bulan Juni mendatang 

"Kebijakan perpanjangan PSBB di wilayah DKI hingga tanggal 31 Mei mendatang, rela tidak rela kami wajib memperpanjang masa tugas dengan tanda tangan hitam diatas putih dengan durasi tamabahan satu bulan serta ditambah 14 hari masa karantina," ungkapnya.

Adi Surya Fuzra (30), Suami Rabiyatun Adawiyah, ketika dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa tanpa istri di tengah momen Ramdhan dan lebaran kali ini menjadi kenangan indah mengingat ketidakberadaannya dikarenakan sedang mewujudkan tugas mulia dengan menjadi pahlawan kemanusian melawan Corona. 

"Alhamdulillah, saya menjadi terbisa untuk mengurus Uti, sedih pasti apalagi menjelang suasana lebaran," ujarnya. Baginya, kebijakan perpanjangan PSBB  menjadi langkah yang baik bagi pribadi Atun, dan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga dapat berakhir pandemi Corona di tanah air. (Riz)

You may also like