Iskandar Turusi
GENIAL.ID, Tarikh - Menjelang bulan puasa ramadhan tiba, seorang sahabat memosting di WhatsApp Group Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sulsel, bahwa ada pegawai pajak yg membaca Qur'an rata-rata 10 juz sehari. Waktu itu, saya merespon seperti ini; wah, hebat benar ya, pake metode apa itu?  

Pengalaman saya selama ini, hanya mampu membaca maksimal 7 juz sehari, itupun jika saya lagi Umroh atau i'tikaf di masjid. 

Nah, begitu ramadhan tiba, saya mencoba memaksimalkan tadarus Qur'an di rumah krn tdk bisa juga kemana-mana akibat pandemi Covid-19. Ternyata, tetap juga hanya mampu membaca 7 juz Qur'an sehari. 

Pas hari ke 22 ramadhan. Saat  kami duduk santai di ruang keluarga bersama istri dan kedua anak putri kami menjelang buka puasa. Saya menceritakan ihwal kemampuan baca Qur'an pegawai pajak tersebut yg bisa baca 10 juz dalam sehari. Anak putri kami yg kelas 2 SMA di Albinaa Islamic Boarding School langsung menyambar, oh... mungkin beliau membaca Qur'an pake irama "HADR", katanya. 

Lalu saya bertanya, seperti apa irama Hadr itu? 

Dia lalu membuka kanal Instagram Syeikh Mishary, imam masjidil Haram Mekkah yg terkenal sangat indah suaranya itu. Saya lalu mendekat ke anak kami, lalu memperhatikan dengan cermat. Oh... irama Hadr seperti itu, kataku!!!

Lalu anak kami membuka channel Instagram Syeikh Shudaish lagi dan berkata, Syeikh Shudaish juga, jika jadi imam sholat selalu memakai irama Hadr. 

Nah, malam nya menjelang sahur atau tepatnya jam 2.00 saya bangun untuk mempratikkan baca Qur'an metode Hadr tersebut. Subhanallah, amazing wal takjub, dalam waktu 1,5 jam atau jam 3.30, mampu membaca 3 juz. 

Nah, Setelah sholat subuh, utk menghindari tidur setelah sahur, saya menyepi ke sudut musholla kecil nan mugil yang ada di rumah kami. Saya mulai tadarus lagi dengan irama Hadr. Alhamdulillah, dapat 2 juz lagi sebelum jam 6.30. Setelah itu, baru melaksanakan TUPOKSI saya, seperti siram tanaman, bersihkan Carport, dan buang sampah. 

Menjelang sholat dhuhur atau tepatnya jam 10.30, saya lanjut tadarus Qur'an lagi, tentu setelah mandi, dll.

Alhamdulillah, sebelum kumandan adzan dhuhur, sudah selesai membaca 2 juz. 

Begitu juga, setelah sholat dhuhur  lanjut tadarus Qur'an lagi, alhamdulillah mampu membaca 3 juz sebelum kumandan adzan Sholat Ashar.

Sebenarnya, setelah sholat ashar masih bisa lanjut baca qur'an lagi, namun sering sekali ada undangan Webinar, seperti dari Kantor, Direktur Pascasarjana Usahid, teman AMM, dll. Sehingga, setelah sholat ashar, saya gunakan utk bersosialisasi, tentu lewat medsos atau internet. 

Catatan: agar tdk jenuh dalam membaca Qur'an dalam waktu sangat panjang itu, maka setiap selesai membaca 1 juz, pastikan anda istirahat sejenak, 5 sampai 10 menit. Apakah sekedar jalan-jalan atau update status fb atau tengok WAG, dll. Ingat, harus konsisten, waktu istirahat maksimal 10 menit.

Juga, Wudhu harus dipelihara, dan usahakan setiap selesai membaca 1 juz, baca do'a khatam Qur'an. 

Demikian salah satu trik yg dapat dilakukan agar mampu membaca 10 juz Al-Qur'an dalam sehari. 

Jika, ingin seperti Imam Syafi'i yg mampu khatam Qur'an 2 kali dlm sehari pada bulan Ramadhan, harus hafal qur'an terlebih dahulu. Butuh proses yang sangat lama. Jadi, cukuplah 10 juz sehari saja dulu.  

Selamat mencoba!!!

#SambutlahLailatulQadr
#FightCovid-19
#WorkFromHome (*)

*) Iskandar Turusi
Bendahara Umum DPP Ikatan Qori-Qoriah dan Hafidz- Hafidzah


You may also like