Ilustrasi/Net
GENIAL.ID. Siapa yang tahu dan masih ingat film Kisah Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga? Anak tahun 1980-an atau anak tahun 1990-an pasti tahu dan ingat.

Film itu mengisahkan Tio Buki atau Zhang Wuji, yang diadopsi dari novel silat karangan Jin Yong, yang merupakan bagian ketiga dari Trilogi Rajawali. 

Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga merupakan dua senjata yang diperebutkan saat itu. Kedua senjata tersebut berasal dari pedang baja milik pendekar rajawali Yo Ko, yang dibuat atas permintaan Oey Yong dan Kwee Ceng.

Golok pembunuh naga berada di tangan Xie Xun, sedangkan Pedang Langit ada di Partai Gobi, yang didirikan oleh Kwee Siang, puteri bungsu dari Kwee Ceng.

Tokoh utama dalam film ini adakah Ti Buki. Dia anak dari pendekar aliran lurus Butong, sementara ibunya Yin Susu berasal dari partai Elang Langit yang dianggap sesat. Tio Buki kemudian memimpin Aliran Ming. Namun akhirnya Buki mengundurkan diri untuk hidup menyepi bersama kekasihnya.

Kepemimpinan Ming diserahkan kepada Zhu Yuanzhang.

Namun, stop soal film. Itu bukan inti cerita.

Kita akan lanjutkan soal Zhu Yuanzhang, yang merupakan pendiri dan kaisar pertama Dinasti Ming di Tiongkok, setelah berhasil menggulingkan Dinasti Yuan atau Mongol. Zhu Yuanzhang adalah kaisar yang berasal dari golongan rakyat jelata.

Setelah menjadi kaisar, ia dikenal sebagai Kaisar Hongwu. Dan ia terlahir pada pada 21 Oktober 1328. Bertepatan dengan hari ini.

Di bawah pemerintahan Hongwu, para birokrat Mongol disingkirkan dari pemerintahan dan digantikan oleh orang-orang Han. Ia memperbaiki sistem ujian kerajaan untuk memilih pejabat negara dan pegawai negeri berdasarkan jasa dan pengetahuan mengenai literatur dan filsafat. 

Di masa ini, pandangan-pandangan Konfusius sangat mendapat tempat. Meski demikian, ia juga sangat toleran terhadap agama lain. Bahkan beberapa jenderal kepercayaannya yang turut membantu mendirikan Dinasti Ming seperti Chang Yuchun, Lan Yu, dan Feng Sheng adalah orang Hui Muslim.

Kelak, kaisar ketiga Dinasti Ming, Kaisar Zhū Dì atau yang dikenal sebagai Kaisar Yongle, memiliki seorang kasim yang sangat dipercayanya bernama Cheng Ho. Nama asli Cheng Ho adalah  Ma He, atau Muhammad dalam bahasa Arab.

Ma He merupakan keturunan suku Hui, yang memeluk agama Islam. Ia kemudian menjadi seorang Laksamana dan pernah berkunjung ke Nusantara saat dipimpin Kerajaan Majapahit. [pmu]

You may also like