Istimewa
Genial - Tidak semua Muslim itu orang Arab. Faktanya sekitar 70% Muslim tinggal di Asia, bukan di jazirah Arab. Jadi keliru menganggap Islam identik dengan Arab.

Tidak semua orang Arab itu Muslim. Ratusan ribu orang Arab memeluk Kristen sejak lama, dan mereka berada di Lebanon, Jordan, Suriah, Iraq, Palestina dan Mesir. Bahasa dan budaya mereka jelas berasal dari tradisi Arab, tapi mereka bukan orang Islam.

Tidak semua orang Arab itu keturunan Nabi Muhammad. Jangan mentang-mentang  mereka fasih bahasa Arab terus pakai sorban dan minyak wangi arab maka kita panggil habib. Banyak marga Arab yang bukan keturunan Nabi. Jangan-jangan di antara mereka juga ada yang keturunan Abu Jahal.

Tidak semua Muslim Arab itu ulama. Jangan dikira mereka lancar ngomong arab, pakai sorban dan gamis serta jenggot panjang, terus dikira mereka semuanya itu ahli fiqh. Supir taxi di Arab pun pakaiannya sama dengan  pakaian ulama.

Tidak semua perempuan Arab pakai cadar dan jilbab. Kalau anda jalan-jalan ke Timur Tengah di luar Saudi Arabia, anda akan temui para perempuan Arab pun bermacam-macam cara pakaiannya. Di Lebanon, Mesir, Yaman, Tunisia dan Maroko misalnya, anda akan temui para perempuan yang membuka hijabnya. Bahkan Queen Rania permaisuri Jordan juga terbiasa tampil tanpa pakai jilbab.

Tidak semua orang Arab itu kelakuannya Islami. Meskipun mereka makan kurma dan pakai siwak, belum jaminan akhlak mereka terpuji. Banyak orang Arab yang juga melanggar aturan hukum syar’i. Di Mesir pun kita masih bisa nonton tari perut.

Tidak semua orang Arab itu kaya raya. Negeri seperti Mesir dan Sudan itu tergolong miskin bila dibandingkan Saudi Arabia.

Tidak semua orang Arab itu bisa baca- tulis huruf arab. Sekitar 97 juta orang Arab itu buta huruf. Bahkan termasuk askar yang tampangnya galak-galak itu juga banyak yang buta huruf.

Tidak semua orang Arab itu cantik dan ganteng. Nah! 

Generalisasi itu seringkali menyesatkan. Di balik pernyataan umum biasanya ada pengecualian. Di dalam pengecualian kadang ada kebenaran yang tersembunyi. [**]

*Penulis : Nadirsyah Hosen

Wakil Ketua Pengasuh Pesantren Takhasus Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta.  Tulisan ini  sudah naik di situs personal Gus Nadir di https://nadirhosen.net

You may also like