'The Fabulous Udin' Berhasil Membuat Masyarakat India Nangis Bombay
Genial - Publik India dibuat terharu oleh film Indonesia yang diputar dalam pekan Indonesian Film Festival (IFF) 2019 di New Delhi, India, pekan ini.
 
Lima film Indonesia ditayangkan dalam festival yang digelar 22-26 Oktober 2019 di The Stein Auditorium, India Habitat Centre, mencakup The Fabulous Udin dan Sekala Niskala-The Seen and Unseen garapan Kamila Andini, Knight Kris karya Antonius William Fajito, Bavon Digoel karya FX Purnomo, dan One Sign of Symphony karya Alex Latief. 
 
Mengutip siaran pers Kementerian Luar Negeri, Kamis (24/10/2019), salah satu film yang berhasil membawa penonton merasa sedih dan terharu adalah The Fabulous Udin. 'Sudahkah kita menertawakan masalah kita sehingga masalah itu akan malu dan pergi dengan sendirinya' adalah sebuah kalimat pembuka yang diucapkan anak remaja kampung yang cerdas bernama Udin, tokoh utama film itu.
 
Wartawan All India Radio (AIR), Kishore Kumar Dass, berpendapat film yang disutradarai oleh Herdanius Larobuluar itu luar biasa karena penuh dengan pesan indah tentang kehidupan dan motivasi yang membangun. 
 
"Saya biasanya menangis setelah nonton film India bergenre sedih. Malam ini airmata saya menetes karena film Indonesia," katanya. 
 
Dia berharap film itu bisa di-doubing ke dalam bahasa Hindi dan ditayangkan ke seluruh penjuru India. 
 
Vinod K. Verma, Vice President-Group Corporate Affairs, perusahaan besar Aditya Birla Group, juga terkesan dengan alur cerita film yang diproduksi oleh Starvision Plus tersebut.
 
“Itu mencerminkan kecerdasan seoarang anak remaja yang mampu menyelesaikan banyak persoalan kehidupan. Udin is merely a simple boy, but yes he is really fabulous!" ujarnya dengan penuh antusias.
 
Meskipun publik India terkenal sebagai pecinta sinema Bollywood, kenyataannya film karya sineas berbakat Indonesia ini tidak kalah menarik. 
 
IFF 2019 diselenggarakan atas kerja sama KBRI New Delhi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan India Habitat Centre dalam rangka merayakan 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan India. 
 
Ajang itu membawa pesan besar yang menyimbolkan kedekatan historis kedua bangsa yang sudah terjalin sejak berabad-abad silam. Kedekatan tersebut dimanifestasikan melalui kemajuan kerjasama multisektoral, baik politik, ekonomi, perdagangan, pendidikan, maupun budaya. 
 
“Kedua negara harus terus mendorong berbagai potensi yang dilandasi oleh fondasi kedekatan sejarah yang sudah terjalin dengan sangat baik, salah satunya melalui penayangan beberapa film kontemporer karya sutradara Indonesia. Semoga kita dapat menemukan esensi kesamaan untuk membangun keakraban yang lebih kokoh," ujar Duta Besar RI untuk Sidharto R. Suryodipuro.
 
IFF 2019 dibuka secara gratis untuk khalayak ramai. Kegiatan ini juga sejalan dengan misi Kementerian Pariwisata mendorong geliat pertumbuhan industri perfilman Tanah Air, salah satunya secara pro-aktif mendukung promosi film untuk menjaring minat produser film India melakukan pengambilan gambar di lokasi-lokasi menarik di Indonesia.
 
IFF 2019 di New Delhi diharapkan bisa melahirkan kerja sama antarsineas India dan Indonesia, mendorong minat industri film Bollywood dan Tollywood untuk melakukan syuting di Indonesia, seperti film Kaappaan yang mengambil syuting di Gunung Bromo, Jawa Timur dan film Vaazhl mengambil lokasi syuting di Bali, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

You may also like