Ilustrasi
GENIAL.ID - Memasuki awal tahun 2021, tantangan pembelajaran dipastikan semakin berat, mengingat wabah pandemi covid 19 yang belum juga berakhir. Tantangan tersebut dirasakan memang, terlihat dari  sebuah kerja keras Kemendikbud yang mesti memastikan peningkatan kualitas pembelajaran tetap berjalan, sekaligus memastikan bahwa segala kebutuhan  dimasa krisis pandemi ini tetap terpenuhi. Perlu kerja keras ekstra memang, agar terobosan dan kebijakan apapun dari Mendikbud bisa terasa kepada seluruh lapisan masyarakat pendidikan.

Terlihat ada beberapa kebijakan Mendikbud yang begitu mengejutkan, diantaranya menghapus Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), mengganti Ujian Nasional, Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dan mengatur kembali penerimaan peserta didik baru (PPDB). Kebijakan-kebijakan tersebut diharapkan akan fokus pada upaya peningkatan sumber daya manusia Indonesia serta mewujudkan kemerdekaan belajar yang selama ini juga menjadi fokus Kementrian Pendidikan.

Pendekatan pendidikan memang selayaknya menciptakan manusia merdeka. Pendidikan semestinya menjadi pondasi  dalam hidup dan kehidupan sehingga harus dibangun sebaik mungkin.  Pendidikan semestinya adalah bukan hanya sekedar transfer pengetahuan akan tetapi mendidik manusia untuk berfikir dan melakuakan transfer pengetahuan.  Sehingga peserta didik bukan hanya di bentuk akan tetapi fokus pada pengembangan potensi Individu yang lebih baik.  Dengan tujuan tersebut, diharapakan mereka yang memiliki pendidikan dengan baik dapat memiliki kreativitas, pengetahuan, kepribadian, mandiri, dan menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.

Sebuah harapan baru di tahun ini, dengan disederhanakannya RPP dan dihapuskannya Ujian Nasional (UN) serta dituntutnya kreatifitas guru dalam menjalankan aktifitas pendidikan, guru lebih berfungsi menjadi penggerak, sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan, memungkinan ide-ide kreatif akan muncul sepanjang proses pembelajaran.

Dunia pendidikan bukan hanya sekedar persoalan ijazah yang didapat, akan tetapi menyadarkan guru dan murid tentang akan terus terjadinya perubahan zaman.  Pendidikan seharusnya adalah sebuah konpetensi, sehingga proses belajar semestinya diarahkan pada konsep belajar masa depan, yang di hadapkan dengan perkembangan tekonlogi dan pola fikir masyarakat.

Paradigma pembelajaran semestinya terus diperbaharui terus menerus, dari dahulu kita mengenal Cara Belajar Siswa Aktif(CBSA) sampai dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang semestinya menuntut strategi pembelajaran yang mumpuni. Paradigma pembelajaran semestinya melahirkan kolaborasi Ilmu, sehingga mampu menciptakan manusia yang bisa menyesuikan diri  dengan zaman yang terus berkembang. [**]

** Oleh: Apridhon Rusadi
Penulis adalah Peneliti Sindikasi Indonesia Maju


You may also like