Istimewa (Net)
Genial - Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap pada Pilkada serentak tahun 2020 ini berlangsung bersih tanpa politik uang. Maka itu dia menghimbau kepada seluruh masyarakat di 270 wilayah yang akan menggelar pesta demokrasi lima tahunan ini bersama-sama melawan praktik politik uang.

"Jangan sampai pemilu ini dicederai dengan seperti yang tadi dijelaskan, adanya money politic atau bahasa anak-anak bilang itu jangan ada NPWP, nomor piro wani piro, jangan sampai sebar hoaks," jelasnya saat membuka acara Indeks Kerawanan Pemilu di Hotel Redtop Pecenongan, Jakarta Pusat, Selasa (25/2).

Pada kesempatan itu, dia juga meminta agar seluruh kandidat yang berlaga pada kontestasi Pilkada ini tidak menggunakan politik yang berbau SARA. Dia mengajak untuk meraih simpati warga gunakan cara-cara yang baik dan benar- yakni dengan mengedepankan gagasan-gagasan untuk membangun daerah yang lebih baik. 

Ia berkeinginan agar para kandidat bersaing secara sehat. Cara-cara tak terpuji seperti politik uang, politisasi SARA hingga menyebarkan hoaks akan mencederai praktek demokrasi yang sudah matang di Indonesia.

"Jangan sampai dikompromikan dengan proses-proses prosedural dan praktik-praktik yang mencederai pencapaian tujuan berdemokrasi itu...Karena dia tidak mampu bersaing secara sehat, dia mencari hal yang lain," kata dia.

Selain itu, Ma'ruf menyarankan agar seluruh kandidat kepala daerah mampu mencontoh kisah Nabi Yusuf yang pernah diangkat sebagai perdana menteri Mesir oleh Firaun beberapa abad silam. Nabi Yusuf, kata Ma'ruf, berani untuk menonjolkan kemampuan yang dimilikinya di bidang perbendaharaan negara ketimbang bidang lainnya saat diminta Firaun jadi perdana menteri. (Mir) 

You may also like