Istimewa
GENIAL.ID, Jakarta –  Istilah Merdeka Belajar telah didaftarkan sebagai merek dagang sebuah perusahaan pendidikan swasta sejak tahun 2018 dan saat ini dijadikan kebijakan pendidikan pemerintah pusat.

Menanggapi kabar tersebut Pendiri Kampus Guru Cikal, Najeela Shihab membenarkan bahwa perusahaannnya telah mendaftarkan istilah Merdeka Belajar kepada Kementerian Hukum dan HAM. Dan saat ini sudah diresmikan kepemilikannya oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Najeela mengatakan meskipun ini sudah menjadi merek dagang, pihaknya memastikan tidak mengambil royalti kepada pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sedang menggunakan istilah Merdeka Belajar yang menjadi salah satu kebijakan utamnya.

"Kalau dikhawatirkan dapat royalti, jawabannya tidak," tegasnya saat hadir dalam diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Pendidikan VOX Point Indonesia, Jumat (10/7).

Najeela mengatakan bahwa Program Merdeka Belajar sudah dilakukan sejak tahun 2015, yakni dalam bentuk pelatihan- pelatihan. Dan melalui program ini juga Kampus Guru Cikal bersama komunitas guru belajar sudah menerbitkan sejumlah buku.

 Menurutnya, Program Merdeka Belajar ini merupakan upaya untuk menguatkan praktek-praktek baik pendidikan di Indonesia.   “Sudah secara rutin kita juga melakukan temu Pendidik Daerah dan Pendidik Nusantara. Di tahun 2016 tema temu Pendidik Nusantara yang dihadiri 1000 lebih guru adalah Merdeka Belajar. Kami juga menerbitkan surat kabar Guru Belajar dengan topik Merdeka Belajar. Guru Merdeka Belajar di Ruang Kelas terbit  tahun 2017 dan juga menjelaskan konsep merdeka belajar menurut Kampus Guru Cikal,” jelasnya menambahkan.

You may also like