Istimewa (Net)
GENIAL.ID, Jakarta - Perebutan paksa Partai Demokrat oleh Moeldoko merupakan ambisinya. Pasalnya dia ingin memiliki kendaraan politik untuk mengusung dirinya menjadi calon presiden pada 2024.

Hal ini disampaikan  Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng dilansir detikcom, Rabu (10/3). 

"Kalau soal ambisi Morldoko nyapres sudah dikatakan oleh kader yang sempat diajak dukung KLB. Bahkan kalau melihat dari tulisan Pak Hamid Awaluddin, Moeldoko juga pernah menemui Pak JK (Jusuf Kalla) untuk didukung menjadi Ketua Umum Partai Golkar,"jelasnya.

Namun, kata Andi, JK tegas menolak karena AD/ART Golkar untuk menjadi calon ketua umum minimal harus jadi pengurus selama 5 tahun. Sebagai orang luar, Moeldoko tak memenuhi syarat itu. Apalagi mantan Panglima TNI itu diketahui adalah pengurus Partai Hanura.

Selain ambisi pribadi, sebagai analisis politik Andi Mallarangeng mengungkapkan kemungkinan lain di balik perebutan paksa Demokrat. Salah satunya menjadikan Demokrat sebagai pendukung pemerintah. Target utamanya menguasai 2/3 suara parlemen untuk melakukan amandeman konstitusi (UUD 1945).

"Artinya dibutuhkan suara mutlak di parlemen yang bukan hanya 50 persen plus satu untuk melakukan perubahan konstitusi. Saya bertanya-tanya apakah ada hubungannya dengan ini (amandeman UUD 1945)," jelasnya.

You may also like