Istimewa
GENIAL.ID - Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno mengatakan, bahwa pihaknya sedang membidik sindikat atau jaringan mafia tanah. Aksinya selama ini telah meresahkan karena sering melakukan penyerobotan tanah milik warga secara ilegal.

Sudarno menjalaskan dalam menjalankan aksinya para sindikat tersebut melakukan modus dengan menerbitkan sertifikat tanah yang diserobot dan kemudian dijual per kavling.

"Sementara ini kami sudah menetapkan empat orang tersangka yang diduga mafia tanah. Selain itu kami juga cukup banyak menerima laporan dari warga yang tanahnya diserobot," ujarnya, Senin (8/3).

Berdasarkan pengakuan salah satu korban dalam laporannya ke Polda Bengkulu menyebut jika tanah miliknya yang ditanami 120 batang kelapa sawit telah diserobot oleh pihak tak bertanggung jawab.

Korban mengaku terkejut saat melihat tanaman sawit miliknya sudah tidak ada lagi dan kebunnya telah diratakan dengan alat berat. Tidak hanya itu, tanah milik korban juga telah dipagari dan bahkan telah dibagi menjadi 42 kavling yang dijual dengan harga bervariasi.

"Dalam kasus itu korban mengaku rugi sekitar Rp300 juta. Kami sudah terima laporannya dan sekarang sedang didalami oleh penyidik. Kemungkinan juga ada korban-korban lainnya," ucap Sudarno.

You may also like