Genial - Pada 17 Maret 2020, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, memutuskan untuk menutup college-college dan universitas di seantero UK.

Disiarkan langsung melalui BBC Channel, maklumat PM yang baru beberapa bulan menjabat itu, langsung menimbulkan reaksi di kalangan masyarakat. 

Orangtua peserta didik sebagian besar bergembira mendengar kabar ini. Semenjak kasus coronavirus pertama dikonfirmasi di Inggris, kalangan orangtua murid inilah yang paling keras menyuarakan penutupan sekolah, sebab kekhawatiran akan kesehatan putra-putrinya.

Kalangan pendidik, walaupun berat, namun mereka dengan tanpa syarat menerima keputusan ini. Boris Johnson sendiri tidak menyampaikan batas waktunya. Yang jelas, para siswa A Level dan GCSE di Inggris harus menunda ujiannya (semacam ujian nasional), padahal mereka dan para guru sudah bekerja keras mempersiapkan diri sejak lama, menghadapi Exam yang rencananya digelar pada Mei dan Juni tahun ini.

Anak saya sedang melaksanakan studinya di Portsmouth College. Tahun ini dia masih kelas 12, belum lagi waktunya mengikuti Exam. Begitu keputusan Boris Johnson dibuat, Kepala Sekolah Portsmouth College, Mr Simon Barrable, langsung melayangkan surat kepada orangtua murid, berkenaan dengan langkah-langkah yang akan diambil. 

"Kami bermaksud menginformasikan kepada anda, bahwa pemerintah mengumumkan penutupan semua sekolah dan perguruan tinggi di Inggris, mulai hari Jum'at pekan ini, sebagai bagian dari upaya yang berkembang dan kritis untuk memerangi Covid-19.

Namun demikian, kami akan melakukan semua yang kami bisa, untuk memberikan layanan yang berkelanjutan kepada siswa-siswa kita yang berkebutuhan khusus, dan untuk anak-anak pekerja kunci (aparatur negara, tenaga medis, petugas kebersihan, polisi, misalnya) yang tidak dapat tinggal di rumah sendirian. 

Kami juga tetap akan bekerja keras untuk melanjutkan program makanan gratis dan dukungan beasiswa untuk para siswa yang menerimanya. Pemerintah masih dalam tahap penyelesaian dalam pengaturan terkait hal-hal ini, dan kami akan segera mengeluarkan panduan tersebut di situs resmi jika panduan telah selesai.

Percayakan dan yakinlah pada upaya-upaya yang telah kami habiskan pada minggu-minggu terakhir ini, untuk memastikan bahwa staf dan siswa masih dapat mengikuti pelajaran,dengan berbagai metode pengajaran dan pembelajaran online, sehingga siswa dapat terus belajar dengan dukungan langsung dari guru mereka dan staf lain, selama masa-masa sulit ini.

Meskipun Perdana Menteri hari ini mengumumkan bahwa ujian tidak akan berlangsung pada bulan Mei dan Juni, ia mengatakan bahwa siswa yang berhak, akan mendapatkan kualifikasinya dengan tepat waktu. Sekali lagi, kami menunggu perincian lebih lanjut tentang hal ini, sehingga sangat penting bagi siswa untuk melanjutkan belajar dari jarak jauh, baik di tahun pertama, kedua atau ketiga studi mereka.

Pada hari Jumat kami akan menerbitkan di situs resmi, berbagai tahapan yang kami tetapkan untuk semua siswa,sehubungan dengan pembelajaran online. Kami menganjurkan Anda sebagai siswa dan orang tua / wali siswa untuk mengikuti panduan ini dengan seksama, sehingga pengajaran dan pembelajaran dapat berlanjut seefektif mungkin dari jarak jauh. Sebagai sebuah Perguruan Tinggi yang telah banyak berinvestasi dalam pembelajaran digital selama beberapa tahun sekarang, staf dan siswa kami berada di posisi yang sangat baik untuk membuat kesuksesan nyata dari upaya ini.

Membaca surat elektronik yang dikirim langsung pihak sekolah ini, walaupun merasa sedih menyaksikan anak dan kawan-kawannya tidak bisa beraktivitas secara normal, namun setidaknya ada poin-poin yang membuat saya dan anak saya bisa tetap optimis. Optimis melihat keadaan sekitar, maupun keadaan kami sendiri.

Poin-poin itu adalah program beasiswa, makan gratis, dan perhatian pengasuhan untuk anak dan remaja, tetap diperhatikan oleh pihak otoritas Inggris bekerjasama dengan sekolah. Poin yang melegakan juga adalah pembelajaran akan tetap dilaksanakan secara daring, dan kualifikasi (ijazah) dijanjikan akan tepat waktu. 

Sejauh ini, anak saya selain melakukan tatap muka, juga mengikuti pembelajaran secara Daring. Sebagaimana sistem pembelajaran di negara maju, pembelajaran Daring di sini memang mumpuni. Aksesnya mudah dan cepat, fitur-fiturnya lengkap, dan yang membuat  kagum saya, yang pernah menggeluti media pembelajaran adalah, bahan-bahan ajarnya dikemas secara informatif, inspiratif dan menarik. 

"Dalam situasi seperti sekarang jangan berkecil hati, kita masih beruntung belajar di negara yang sistem pendidikannya baik," ucap saya menghibur hati anak saya yang tampak terpukul harus sekolah di rumah, mengingat dia begitu menikmati kegiatannya sebagai Sekretaris Student Union dan kesehariannya dengan kawan-kawan, yang berasal dari berbagai etnis dan negara.

"Peliharalah harapan, disaat-saat sulit seperti ini, dengan tetap belajar." Ucap saya membesarkan hatinya.

*A Eddy Adriansyah

Pekerja pada Elite Care Southern UK dan koresponden Genial dari Portsmouth, Inggris

You may also like