Rachland Nashidik
GENIAL. Asal-usul dana bantuan pembangunan Museum dan Galeri SBY-ANI di Pacitan terungkap. Ternyata itu menggunakan uang rakyat yang berasal dari anggaran Pemprov Jawa Timur dengan nama Bantuan Keuangan Khusus. Angka-nya tak main-main, Rp 9 miliar.

Hal ini pun sudah dikonfirmasi Bupati Pacitan Indartato dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono.

Ketika hal ini terungkap, Partai Demokrat kelabakan. Seperti biasa, politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik menggunakan jurus mabuk: sikat sana-sikat sini. Rachland pun, di akun media sosialnya, menuding bahwa makan Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid pun menggunakan anggaran negara.

Niat Rachland adalah mau membandingkan Museum dan Galeri SBY-ANI dan makam Gus Dur, demikian KH Abdurrahman Wahid disapa. Apa daya, tudingan Rachland sangat salah. Maka tak salah bila DPP Barikade Gus Dur menyampaikan somasi.

Menurut Ketua Umum Barikade Gus Dur, Pryio Sambadha, tudingan Rachland bahwa makam Gus Dur dibiayai dari anggaran negara sangat tidak benar. Tidak benar pula hal ini menjadi alasan Rachland mengaitkan dan atau membandingkan atas polemik pembangunan Museum SBY, yang dibiayai oleh uang APBD sebesar Rp 9 miliar.

"Apa yang dikatakan Rachland sangat tidak benar, tendensius, mengada-ada dan membuat para santri Gus Dur merasa terlecehkan. Oleh karena Makam Gus Dur sepenuhnya dibiayai oleh keluarga inti," kata Priyo.

Priyo pun mengatakan bahwa negara mengeluarkan biaya adalah untuk pembangunan infrastruktur jalan, demi untuk kelancaran lalu lintas karena ribuan peziarah hadir setiap hari sepanjang tahun dan museum Islam Nusantara.

"Jadi sama sekali tidak untuk membiayai makam Gus Dur," kata Priyo, sambil mendesak Rachland mencabut pernyataan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf, sebelum dilakukan tindakan hukum.

You may also like