Politikus PDI Perjuangan Sabam Sirait
Genial, Jakarta - Anggota DPD/MPR RI Sabam Sirait mengapresiasi kerjasama dan gotong-royong antara pemerintah pusat dan daerah yang kian terasa dalam menghadapi dan melawan Covid-19 secara bersama-sama.

Hal ini misalnya terkait dengan kekompakan dalam menyikapi larangan mudik dari Presiden Joko Widodo.

"Kekuatan bangsa kita memang adalah persatuan dan gotong-royong. Dulu kita bersatu melawan penjajah, kini kita bersatu melawan virus," kata Sabam, yang sudah berpolitik sejak zaman Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo ini, kepada pers, Jumat (24/04/2020).

Politikus PDI Perjuangan dari daerah pemilihan DKI Jakarta ini melihat koordinasi antara pusat dengan pemerintah daerah cukup bagus.

Contohnya dengan kepala daerah seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Mereka kompak. Ini sangat bagus," ungkap Sabam, yang dikenal oleh banyak politisi sebagai guru politik dan banyak menjadikan buku Sabam "Politik Itu Suci" sebagai rujukan.

Diketahui, Ganjar Pranowo menyambut baik larangan mudik untuk antisipasi penyebaran virus Corona atau COVID-19 yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo.

Pemerintah Jawa Tengah sendiri mencatat warga Jateng di daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) agar mendapat bantuan pemerintah.

Hal yang sama dilakukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mendukung kebijakan pemerintah pusat melarang warga untuk mudik Lebaran.

Menurut Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, larangan tersebut bisa mengendalikan angka jumlah pemudik yang masuk ke wilayah Jawa Barat sekaligus angka penyebaran Covid-19.

Sementara Khofifah telah mengeluarkan larangan mudik Lebaran 2020 juga. Ia pun siap mengantisipasi bila ada warga Jatim yang nekat melanggar aturan larangan mudik.

"Saya tahu Jokowi itu orang baik, yang di dalam pikirannya selalu rakyat," kata Sabam Sirait, yang juga anggota MPR paling senior saat dihubungi beberapa saat lalu (Jumat, 24/02).

Anggota DPR 7 periode dan anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dua periode ini mengenal Jokowi sejak lama.

Bahkan pendiri Partai Demokrasi Indonesia (PDI) tahun 1973 ini menjadi juru kampanye saat Jokowi maju dalam Pilkada Solo untuk pertama kalinya.

"Saya dulu ke rumahnya di Solo. Orangnya sederhana. Dan dia sederhana hingga kini," ungkap Sabam, yang sudah keliling ke lebih dari 80 negara untuk menjalankan tugas negara sejak zaman mahasiwa dulu.

Dengan latarbelakang dan karakter kepemimpinan Jokowi itu, Sabam memahami betul larangan mudik dari Jokowi dilakukan untuk kepentingan rakyat.

"Kita sabar dulu untuk tidak mudik tahun ini. Kita tak mudik bukan berarti tak mau ketemu keluarga, namun karena kita menjaga keluarga kita," ungkap Sabam, yang kini menjadi senator dari daerah pemilihan DKI Jakarta.

Sabam juga yakin rakyat akan memahami dengan larangan Jokowi. Apalagi rakyat pasti sudah tahu dengan bahaya penyebaran dan penularan Covid-19.

"Jangan sangka rakyat tidak tahu. Rakyat sudah tahu," ungkap Sabam.

Diketahui, Presiden Joko Widodo akhirnya melarang mudik lebaran bagi semua warga. Joko Widodo pun meminta agar semua persiapan yang berkaitan dengan larangan ini mulai disiapkan. Larangan mudik ini berlaku sejak hari ini. (Mil)

You may also like