Wempy Hadir
Genial - Jakarta. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) akan menyelenggarakan Kongres XXI di Ambon yang akan dimulai pada tanggal 28 November 2019. 

Agenda utama kongres adalah membahas tentang keorganisasian serta langkah-langkah apa yang menjadi prioritas kedepan. Selain itu, pemilihan ketua umum GMNI juga menjadi agenda yang sering kali banyak menyedot perhatian para peserta Kongres. 

Selama menjadi anggota GMNI, saya beberapa kali mengikuti forum Kongres. Saya melihat bahwa forum Kongres terlalu kental dengan nuansa kontestasi sehingga kita lupa untuk membahas langkah strategis dalam membangun GMNI di abad 21 ini. Padahal tantangan berogranisasi di jaman ini sangatlah sulit. Oleh karena itu butuh-langkah yang tepat agar GMNI tidak menjadi fosil.  

GMNI sebagai organisasi kader dan perjuangan. Maka fokus utama GMNI adalah melakukan revitalisasi kaderisasi. Organisasi akan kuat bukan karena jumlah kadernya yang banyak. Akan tetapi karena kadernya yang berkualitas. Untuk mewujudkan kader yang berkualitas, GMNI mesti memberikan energi yang besar terhadap kaderisasi. 

Formulasi kaderisasi tentu bisa disesuaikan dengan kebutuhan jaman, baik materi maupun bentuk kaderisasi. Dan yang tidak kalah penting adalah kader GMNI harus  upgrade pengetahuan agar bisa masuk ke ruang publik. Bagaimana kita bisa menjadi opinion leader kalau kader GMNI malas membaca buku. Coba cek di setiap cabang ada berapa banyak buku yang tersedia? Mungkin hanya satu atau dua cabang yang memiliki perhatian terhadap hal ini. Sementara label mahasiswa itu tidak mudah karena dianggap sebagai agent of change, agent of intellectual dan moral force. Bagaimana mungkin label tersebut bisa dipertanggungjawabkan ditengah minimnya pengetahuan kader/mahasiswa kita. 

Oleh sebab itu, tugas utama DPP GMNI yang terpilih nanti, selain pembenahan organisasi, revitalisasi kaderisasi juga peningkatan intelektual atau kapasitas kader GMNI. Saat ini kita mengalami krisis kader yang memiliki kapasitas. Dampaknya ruang publik dikuasi oleh kelompok lain. Padahal tantangan berat bangsa ini membutuhkan kehadiran wacana dan pemikiran dari kelompok nasionalis seperti GMNI. 

Akhirnya saya mengucapkan selamat ber-Kongres bagi teman-teman GMNI. Semoga Kongres Ambon melahirkan Ketum GMNI yang mempunyai kapasitas yang bagus serta mempunyai road map yang jelas untuk membangun GMNI.

Merdeka !!!
GMNI.....Jaya !!!
Marhaen...Menang !!! (*)


*) Wempy Hadir

Penulis adalah Analis Politik, Mantan Presidium GMNI 2011-2013 dan 2013-2015

You may also like