GENIAL. Teheran begitu banyak menyimpan jejak-jejak sejarah. Misalnya di kota Ray. Di kota ini, hidup para cendekia dan raja.

***

Saat ini, kita akan berkunjung ke kota Rey atau Ray, kota tertua di pinggiran Teheran. Kota ini terletak di selatan pegunungan Alborz. Di kota ini, sekitar 6.000 sebelum Masehi, sudah dibangun sebuah pemukiman. Kota ini juga pernah menjadi ibukota Kesultanan Saljuk pada tahun 1043-1051. Kesultanan ini merupakan imperium Islam Sunni pada abad ke 11 sampai abad ke 14 yang didirikan oleh Dinasti Saljuk, sebuah dinasti Islam yang pernah menguasai Asia Tengah dan Timur Tengah.

 
Kota ini pernah menjadi rumah bagi tokoh ilmu pengetahuan seperti Abu Bakar Muhammad bin Zakaria al Razi atau di Barat dikenal dengan Rhazes. Rhazes adalah seorang ahli kedokteran, ahli fisika serta penemu cara distillasi alkohol dan penggunaannya untuk kedokteran.

Rhazes, yang lahir di kota Ray pada tahun 865 atau 251 H, menulis buku Al Judari wal Hasbah, buku pertama tentang perbedaan cacar dan campak yang merupakan penyakit berbeda yang disebabkan oleh radang kulit dan ruam.  Buku ini telah diterjemahkan belasan kali ke dalam bahasa Latin dan bahasa Eropa lainnya. Diagnosa cacarnya ini dipuji oleh Ensiklopedia Britanika pada tahun 1911 dan menjadi teks rujukan mahasiswa kedokteran Islam dan Eropa selama berabad abad.

Beliau meninggal di tempat kelahirannya kota Rey Teheran Iran. Nama Razi itu sendiri adalah berasal dari nama kota Ray.

Selain Rhazes, tokoh ilmu pengetahuan yang terkenal dari kota Ray adalah; Muhammad bin Yakub al Kulaini (Pengumpul hadits), Abu Zur’ah ar Razi (ulama ahli hadits terkenal di Baghdad), Abu Hatim ar Razi (ulama ahli hadits yang merupakan ayah dari Ibnu Abi Hatim), Fakhruddin ar Razi (seorang ahli akidah hilsafat) serta Amin Razi (seorang Geografer abad ke 16 M)

***

Berikut ini merupakan tempat-tempat bersejarah yang wajib dikunjungi di kota Rey Teheran ini.

Pertama, Bukit Cheshmeh Ali atau Rey Castle.

Berumur 5000 tahun, Kastil kuno atau tembok pertahanan yang sangat indah dengan ukiran ukiran Persia kuno ini terletak di atas Prasasti Fath Ali Shah. Di bukit ini juga ada Cheshmeh Ali atau Mata Air Ali, yang airnya sampai sekarang masih mengalir walau sedikit. Dahulu masyarakat setempat selalu mencuci karpetnya di mata air tesebut yang bersih dan bening.

Kedua, Kastil Rashkan.

Kastil ini terbuat dari Plester Kapur, abu atau pasir dengan batu. Letaknya tak jauh dari Cheshmeh Ali dan Tughrul Tower

Ketiga, Tughrul Tower

Menara yang memiliki panjang 11 meter dengan lebar 16 meter dan tinggi 20 meter lebih atau setara 66 kaki ini, adalah makam penguasa sekaligus pendiri kekaisaran Saljuk atau Seljuk, Tugrul Beg yang meninggal pada 1063.

Awalnya menara ini juga ditutup dengan Kubah, tetapi Kubahnya runtuh saat gempa. Lingkungan menara ini sangat asri, penuh dengan tanaman bunga-bunga yang beraneka macam, beserta kolam yang airnya sangat jernih. Ketika saya kesana, penjaga pintu gerbang menara ini seorang kakek yang sudah tua, sekaligus menjadi guide kami, menjelaskan secara detail tentang sejarah Saljuk di kota Rey ini. Menara ini dilindungi oleh Organisasi Warisan Budaya Iran.

Keempat, Makam Bibi Shahrbanu

Bibi Sharbanu adalah isteri dari Imam Husein, cucu Nabi Muhammad Saw (yang meninggal shahid di Karbala Irak). Beliau adalah puteri dari  Kaisar Yazdegerd III, Kaisar Sassanid terakhir dari Persia. Nama Shahrbanu juga memiliki nama-nama lain. diantaranya; Shahzanan, Shahjahan, Shaharbanawayh, Salama, Salafa, Ghazala dan Sadira.

Menikah dengan Imam Husein ketika menjadi tawanan perang pada penaklukan muslim di Persia atau dikenal juga penaklukan Arab atas Iran yang menyebabkan jatuhnya kekaisaran Sasania Iran pada tahun 651 yang beragama Zoroaster.

Ada beberapa pendapat tentang meninggalnya Bibi Shahrbanu. Diantaranya berpendapat bahwa beliau meninggal dunia ketika melahirkan Ali bin Husein atau terkenal dengan Imam Ali Zaenal Abidin asSajjad (aalahseorang Imam suci Syiah Imamiyah), dan dikuburkan di Madinah di pemakaman Baqi.

Pendapat yang lain adalah bahwa Bibi Shahrbanu kembali ke kota Rey setelah pertempuran di Karbala selesai dan meninggal di kota ini. Bagi yang percaya pendapat terakhir ini, mereka selalu berziarah ke Makam Bibi Shahrbanu ini.

Kelima, Bahram Fire Temple atau Kuil Api Bahram

Kota Rey juga adalah pusat dari dinasti para pemimpin Zoroaster. Kuil api Bahram ini disebut juga Tappe Mil karena terletak di bukit yang tinggi di desa Ghal’eh Noe 12 kilometer tenggara kota Rey. Disebut juga Kuil Api Rey, yang dibangun dari lumpur, batubata, batu puing dan plester. Salah satu kuil api sejak masa Bahram V atau dikenal dengan Bahram Gor yang merupakan Raja kelimabelas Kekaisaran Sasanian (420 M – 438 M) putera dari Kaisar Yazdegerd I dengan Shushandukht seorang putri keturunan Yahudi.

Bahram V ini adalah satu satunya kaisar Sasanian pertama yang dimahkotai oleh seorang Imam Kepala Agama atau Ulama Zoroaster (Mobed)

Keenam, Naghareh Khaneh Tower (Bayazieed)

Menara dengan tinggi tiga meter ini terbuat dari batu bata dari 1.000 tahun yang lalu oleh Bozorgh Omid, sebagai makam salahsatu pangeran dinasti Saljuk yang terletak di pegunungan Naqareh Khaneh atau terkenal juga dengan nama gunung Tabarak.

Ketujuh, Penjara Haron al Rashid

Sebuah penjara dua lantai setinggi 9 meter berbentuk kastil, untuk mengisolasi para kriminal di era dinasti Buyid (934 M – 1062 M) berbentuk kubus dan terbuat dari batu. Selain di kota Rey, penjara Haron al Rashid juga terdapat di Mashhad Iran.

Kedelapan, Makam Javan e Marde Ghassab

Javane Marde Ghassab sendiri artinya adalah seorang tukang daging yang ksatria yang bernama Abu Abbas. Diambil dari kisah legendaris seorang tukang daging yang menyesali perbuatan dosanya dengan meratapi dan menyakiti tubuhnya sendiri dan perbuatannya itu ditentang oleh Imam Ali bin Abi Thalib. Lalu Imam Ali menyembuhkan kembali tubuhnya yang tersakiti tersebut. Stasiun metro yang dekat dengan makam ini, dinamai dengan Javane Marde Ghassab. Jadi tidak susah untuk menziarahi tempat ini.

Kesembilan, Makam Syekh Abdol Azim

Syekh Abdol Azim al Hasani adalah salah seorang keturunan Imam Hasan (kakak dari Imam Husein, putra Imam Ali bin Abi Thalib dan Siti Fatimah) yang hidup sezaman dengan Imam Ridha, Imam Jawad dan Imam Ali al Hadi (para Imam syiah imamiyah). Ia merupakan sosok ulama yang sopan, rendah hati, wara’ dan jujur. Ia hidup pada masa Dinasti Abbasiyah berkuasa.

Abdol Azim lahir di Madinah pada 4 Rabiul Akhir 173 H / 790 M dari pasangan Zaid bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib dengan Fatimah, merupakan keturunan kelima Imam Hasan Mojtaba.  

Syekh Abdol Azim berhijrah dari Madinah ke Samarra Irak dan berakhir di kota Rey di Iran, sampai dengan wafatnya pada tanggal 15 Syawal 252 H / 2 November 866

Makam Syekh Abdol Azim di kota Rey ini terletak di dalam mesjid yang sangat luas sekali dan sangat indah, penuh dengan batu dan lampu kristal. Selain makam beliau yang dirawat dengan indah, ada juga makam Imam Zadeh Hamzah (saudara Imam Ridha) dan makam Imam Zadeh Taher (keturunan Imam Sajjad), juga makam beberapa ulama, beserta makam beberapa raja pada zaman Qajar, termasuk makam Shah Reza Pahlavi (ayahnya Muhammad Reza Pahlavi) yang sangat mewah yang terletak di dekat mesjid Syekh Abdol Azim (Tetapi ketika Revolusi Islam Iran tahun 1979 terjadi, makamnya tersebut dihancurkan).

Mesjid ini selalu penuh diziarahi oleh umat Islam khususnya Islam Shiah dari seluruh dunia, karena ada hadits yang dipercayai kaum Islam Syiah bahwa menziarahi Makam Syekh Abdol Azim sama dengan menziarahi makam Imam Husein di Karbala Irak.

Kota Rey juga adalah tempat pertama di Iran yang terhubung oleh jalur kereta api pada tahun 1888. Sampai sekarang kereta bawah tanah atau Metro/Subway masih beroperasi dan Stasiun Rey sebagai stasiun terakhir. Dari pusat kota Tehran memakan waktu kurang lebih satu jam. [***]

Sifa Sanjurio
Staf pengajar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

You may also like