GENIAL.ID, Azerbaijan - Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menegaskan tidak akan menyerahkan wilayahnya kepada Armenia, menyusul bentrokan antara militer kedua negara di perbatasan Tovuz yang berlangsung pada Minggu (12/7) hingga Senin (13/7).

Menurut Aliyev, bentrokan tersebut dipicu provokasi oleh militer Armenia  yang bertujuan merebut wilayah Azerbaijan.

“Saya telah mengatakan ini berkali-kali dan saya ingin mengatakannya lagi bahwa Azerbaijan tidak akan pernah menyerahkan wilayahnya ke Armenia. Kami akan melakukan yang terbaik untuk mengembalikan integritas teritorial negara kami,” kata Aliyev dalam pidato yang disampaikan melalui keterangan tertulis Kedutaan Besar Azerbaijan di Jakarta, Selasa.

Azerbaijan dan Armenia, dua republik bekas Uni Soviet, kerap bersitegang di daerah Nagorno-Karabakh, wilayah di Azerbaijan yang banyak dihuni penduduk keturunan Armenia.

Namun,bentrokan terbaru itu terjadi di sekita tovuc,,wilayah perbatasan di timur laut Armenia. Tovuz berjarak sekitar 300 kilometer (190 mil) dari Nagorno-Karabakh.

Menurut Aliyev, fakta-fakta spesifik dan argumen yang meyakinkan tentang sejarah konflik dan sejarah wilayah telah menunjukkan bahwa Nagorno-Karabakh secara historis adalah bagian dari wilayah Azerbaijan.

Ada cukup banyak dokumen yang mengonfirmasi fakta itu, katanya, dan Azerbaijan sekarang membagikan dokumen-dokumen tersebut kepada komunitas internasional yang lebih luas.

Lebih lanjut, Aliyev mengatakan bahwa pemilu yang baru-baru ini dilaksanakan di "republik Nagorno-Karabakh", yang dirancang sendiri, selain tidak diakui oleh negara mana pun, juga dikutuk oleh semua organisasi internasional terkemuka, negara tetangga, dan negara yang terlibat dalam masalah ini.

“Dengan demikian, dukungan untuk integritas teritorial negara kami sekali lagi diungkapkan dan sekali lagi diperjelas bahwa Nagorno-Karabakh adalah bagian integral dari Azerbaijan,” Presiden Aliyev menegaskan.

You may also like