Ilustrasi
GENIAL.ID, Mojokerto -  Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Mojokerto, Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo  mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur untuk bersikap netral dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah di kabupaten setempat pada Desember 2020.

Dia mengatakan sebagai abdi negara harus bisa menjaga  netralitasnya  dari keberpihakan pandangan politik. "Harus menjunjung tinggi netralitas. Hindari keberpihakan pada pandangan politik tertentu. Apalagi sedang dalam masa pilkada," ujarnya  saat memimpin rapat staf perdana bersama seluruh kepala OPD dan camat se-Kabupaten Mojokerto, Senin (28/9). 

Dia menegaskan bahwa  pemerintahan harus steril politik. Dengan netralitas para ASN inilah maka Pilkada di Mojokerto akan berjalan kondusif.  "Mari bersinergi untuk menjaga kondisi agar tetap kondusif selama pilkada," tegasnya. 

Penanggulan Covid-19 juga menjadi pembahasan rapat tersebut.  Dia mengingatkan bahwa keberadaan orang tanpa gejala (OTG) yang  menjadi kecenderungan belakangan ini. Terlebih, kata dia, dengan keadaan Kabupaten Mojokerto yang masih zona merah (risiko tinggi), kewaspadaan pun semakin perlu untuk ditingkatkan.

"Setiap kantor harus dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang memadai untuk menekan munculnya klaster kantor, seperti yang banyak bermunculan belakangan ini," katanya.

Terakhir, lanjut dia, pada pembahasan APBD, dirinya berpesan untuk bisa segera meningkatkan penyerapan anggaran yang ada. Hal tersebut menanggapi laporan dari kepala BPKAD yang juga hadir dalam kegiatan tersebut yang mengatakan jika penyerapan hingga hari ini terhitung mencapai 52 persen.

Pesan untuk meningkatkan penyerapan anggaran betul-betul ditekankan oleh Himawan, terlebih setelah mengetahui bahwa berdasarkan audit oleh BPK tahun lalu, APBD yang terserap hanya berkisar 88 persen. Angka tersebut dinilai masih kecil dan perlu ditingkatkan.

You may also like