Ilustrasi
GENIAL.ID, Jakarta - Pengamat pertambangan Singgih Widagdo menilai  kehadiran UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker) sangat positif untuk pemulihan ekonomi, terutama dalam hal pertambangan.

"Melalui UU Cipta Kerja, negara dapat mengatasi banyak tantangan dalam pertambangan, terutama terkait hilirisasi saat ini," ujarnya  dalam keterangan tertulis  di Jakarta, Kamis (26/11).

UU Omnibus Law Cipta Kerja menurutnya  yang menegaskan kembali UU Mineral Batubara akan memberikan kepastian yang lebih besar di sektor pertambangan.

Singgih yang juga Ketua Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF) ini  mengatakan, bahwa hilirisasi mampu mempercepat batu bara sebagai pendongkrak ekonomi dibandingkan saat ini yang hanya sebatas pendorong pendapatan.

UU Cipta Kerja memungkinkan adanya kebijakan pemberian royalti nol persen bagi pelaku usaha yang meningkatkan nilai tambah batu bara.

Dia meyakini upaya mendorong hilirisasi pertambangan melalui UU Cipta Kerja juga dapat mempercepat penciptaan dan penyerapan tenaga kerja sesuai semangat yang terkandung dalam Omnibus Law tersebut.

Menurut Pasal 128 A UU Cipta Kerja menyatakan bahwa pelaku usaha yang melakukan peningkatan nilai tambah batu bara sebagaimana dimaksud dalam dapat diberikan perlakuan tertentu terhadap kewajiban penerimaan negara.

Pemberian perlakuan tertentu terhadap kewajiban penerimaan negara sebagaimana dimaksud untuk kegiatan peningkatan nilai tambah batu bara dapat berupa pengenaan royalti sebesar 0 persen (nol persen).

You may also like