Apridhon Rusadi (Aktivis Muda Muhammadiyah) 
Genial - Daya saing bangsa dipersiapkan dari mempersiapkan kaum muda terdidik. Karena salah satu tujuan pendirian negara Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Artinya pendidikan itu sangat penting dalam membangun kecerdasan masyarakat berbangsa dalam etika kenegaraan.

Pendidikanan harus difungsikan untuk meyelamatkan perdaban bangsa dimasa yang akan datang, di tengah melimpahnya sumber daya alam yang perlu dikelola. Pengembangan sumber daya manusia (SDM) sudah tidak bisa dielakkan dan menjadi kebutuhan semua pihak.

Pemerintah dan masyarakat harus bersama ataupun sendiri-sendiri mengawal pendidikan dari masa kemasa. Pendidikan yang mewujudkan Karakter orang terdidik dan terpelajar yang mampu menghadapi tantangan global serta tetap berkarakter budaya bangsa Indonesia.

Ada beberapa tujuan pendidikan; 1. pendidikan mesti sampai kelapisan budaya masyarakat, karena budaya adalah karakter dari sebuah bangsa dan negara. 2. Menciptakan masyarakat yang mau menghargai pendapat orang lain, karena pengalaman empiris setiap orang pasti berbeda-beda; 3.  Pendidikan yang membawa karakter kesetiakawanan sosial; 4. Pendidikan juga mesti menghadirkan masyarakat yang berketuhanan, karana pada saat sadar akan pencipta diyakini bahwa iduividu dalam masyarakat akan sadar harus meberikan manfaat.

Pendidikan adalah sebuah upaya memuliakan individu dalam masyarakat sehingga menjadi komunitas berfikir berkemajuan. Untuk mewujdukan tujuan tersebut, masih terkendala fakta di lapangan dengan berbagai persoalan pendidikan yaitu perbedaan kebudaayan. Pendekatan pendidikan bukan hanya sekadar menggurui, tapi mesti membentuk karakter asli bangsa dan menghargai pengalaman empiris dari sebuah masyarakat. Pendekatan pendidikan mesti memasukakan penddikan adalah kebudayaan dan kebudayaan adalah pendidikan.

Pemanfaat Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam melakukan pendekatan pendidikan mesti memperhatikan kebutuhan masyarakat sosial yang interaktif. Pendidikan bukan hanya hubungan guru dan murid tapi juga harus mempersiapkan manusia yang mampu berhubungan dengan masyarakat.

Terbentuknya masyarakat global nyaris menjadi keniscayaan. Meningkatnya konektivitas lintas media Internet memang sudah keniscayaan. Warga lintas benua bisa berkomunikasi, terhubung tanpa kendala yang berarti.

Realitas ini bisa dipahami tapi juga bisa ada akibatnya. Kaum pembelajar saat ini banyak melihat dunia digital sebagai sebuah Informasi yang utuh, karena informasi dari lintas dunia semakin cepat tanpa korektif informasi. Karakter bangsa akan terbentuk dari apa yang dibaca dan dilihatnya dalam dunia digital, bukan dari apa yang dipelajarinya di dunia nyata. 

Pendidikan memang mesti memanfaatkan teknologi secara maksimal, akan tetapi bekal pendidikan bagi calon kaum terdidik bangsa Indonesia dalam menghadapi kominikasi lintas global harus benar-benar disiapkan dan menjadi tanggung jawab bersama masyarakat dan pemerintah. [**]

Penulis: Apridhon Rusadi (Aktivis Muda Muhammadiyah) 

You may also like