Istimewa (Net)
GENIAL.ID, NTB - Menaati protokol kesehatan Covid-19 akan bernilai ibadah jika dilakukan secara tulus dan ikhlas, apalagi dengan niatan untuk menyelamatkan diri sendiri dan orang lain. 

Demikian disampaikan  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy saat menjadi khatib pada shalat Jumat di Masjid Agung Praya, Jumat (28/8). 

Maka itu, Muhadjir mengajak masyarakat NTB untuk bersama-sama menaati protokol kesehatan demi menjaga diri sendiri dan orang lain. 

Dalam khotbahnya dia bercerita kisah salah satu nabi yaitu cerita Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan nyawa anaknya yakni Ismail demi mengikuti perintah Allah SWT. Dalam risalah tersebut, sesaat Nabi Ismail, lanjutnya diganti dengan seekor domba dan akhirnya bukan Ismail yang disembelih, melainkan domba tersebut.

Ia menyampaikan kepada masyarakat bahwa dalam kisah ini, betapa berharganya nyawa manusia, sehingga kita sebagai umat yang taat kepada Allah SWT senantiasa diperintahkan untuk menjaga sesama. "Satu hal yang kita petik, bahwa nyawa manusia tidak boleh dikorbankan dengan alasan apapun," tegasnya.

Protokol kesehatan ini, lanjutannya, adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penularan Covid-19 yang sedang melanda dunia khususnya di Indonesia ini, dengan menerapkan protokol kesehatan, artinya masyarakat turut serta dalam pencegahan penularan virus. 

Maka itu, dia mengajak masyarakat untuk kesekian kalinya menaati protokol kesehatan demi kemaslahatan bersama. "Marilah kita perangi Covid-19 ini dengan menerapkan protokol kesehatan, dimanapun kita berada," serunya.

You may also like