Gambar untuk Film Muhammad/Net
GENIAL. Di tengah duka warga Iran dan warga dunia atas pembunuhan syahid Qasem Soleimani dan Wakil Komandan Hashd al-Shaabi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, kita lanjutkan perjalanan kita di Iran. Sebelumnya, kita sampaikan duka yang sangat mendalam.

Sobat Genial, diĀ  Qom juga ada Danau Garam Qom yang biasa disebut Howz e Soltan, Danau Shahi, atau Danau Saveh. Lusanya 240 kilometer persegi dengan ketinggian lima meter di atas permukaan laut. Terletak di antara tiga Provinsi Isfahan, Qom dan Semnan. Berada di dua kilometer timur kota Qom dan dua kilometer selatan kota Teheran.

Danau garam sendiri adalah perairan yang terkurung daratan yang mempunyai konsentrasi garam dan mineral terlarut lainnya secara signifikan lebih tinggi daripada kebanyakan danau lainnya. Hal ini menyebabkan tanah tidak subur. Itulah sebabnya kenapa tanah kota Qom tidak subur.

Di Qom juga ada tempat yang menjadi lokasi syuting Film Muhammad Rasulullah, buah karya Sutradara handal Iran, Majid Majidi. Film ini sempat menggemparkan dunia karena memperlihatkan sosok kecil Rasulullah dari belakang. Film ini pun dikecam dan didesak untuk menghentikan pemutaran dan peredaran film tersebut.

Tetapi Iran tidak mengabulkannya. Karena selama Pimpinan Spiritual mereka dalam hal ini, Rahbar (Ayatullah Ali Khamenei), setuju dan mendukung, tidak ada alasan untuk menghentikan film yang digadang-gadang sebagai film termahal sepanjang sejarah perfilman di Iran.

Kontroversi penampakan sosok kecil Rasulullah walaupun hanya dari belakang, dianggap melecehkan Nabi Muhammad Saw oleh sebagian ulama Islam di dunia.

Terlepas dari itu semua, saya hanya ingin membagi pengalaman saya menonton film ini. Dan terus terang secara pribadi, saya baru menonton film religi, film sosok Nabi panutan yang telah lama dikenal melalui buku-buku atau guru-guru sejarah Islam sejak saya kecil. Dan sekarang saya dapat melihat visualnya melalui film pertama karya seseorang yang juga pengikut setia Rasulullah dari negeri yang selalu bangga dengan keislamannya, dan meninggikan serta melaksanakan hukum hukum sesuai dengan agama Islam. Agama yang dibawa dan disebarkan oleh Muhammad Rasulullah Saw.

Berkali-kali saya menonton film ini. Berkali-kali juga saya meneteskan airmata. Sangat menyentuh sekali kehidupan pribadi Muhammad Rasulullah kecil ini.

Film ini sangat bagus dan very recommended. Di Kampus tempat saya belajar, University of Tehran, film ini menjadi bahasan yang sangat menarik. Apalagi untuk para mahasiswa asing disediakan tiket menonton film ini secara gratis di bioskop terbagus yang ada di Tehran.

Termasuk, kita diajak untuk mengunjungi lokasi syuting film ini yang bertempat di desa Allahyar Qom, sebuah desa terpencil dan sunyi. Desa ini hanya dihuni oleh kurang lebih sembilan keluarga saja dengan total penduduk 28 orang (sensus 2006).

Namun semenjak menjadi tempat syuting, yang menjadikan desa ini replika kota Mekah di abad keenam lengkap dengan Kabah tiruannya, desa ini menjadi ramai dan banyak dikunjungi oleh pengunjung pengunjung yang penasaran dengan tempat yang sangat luas dan sangat mirip dengan Mekah dan Madinah tersebut. [***]


Sifa Sanjurio

Staf Pengajar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

You may also like