Ilustrasi
A trustworthy man will not necessitate anybody to trust in him!”

If you lose someone but you find yourself, you won!”

Genial - Mentalitas seseorang ditunjukkan dari caranya memandang suatu masalah. Sementara mentalitas itu berkaitan erat dengan karakter dan kepribadian. Adapun ijazah, gelar sarjana dan skor/nilai hasil ujian dalam wujud angka, huruf dan tingkat (level) derajat penguasaan bidang ilmu tertentu, hanya menjadi pertimbangan awal.

Seorang yang sudah dewasa secara mentalitas dan karakter, serta berjiwa sehat, akan dapat berpikir mandiri dan tidak bergantung pada seseorang dan/atau sesuatu apa. Ketergantungan (attachment) adalah wujud keterbelakangan mental dan kerusakan jiwa.

Yasmin Mogahed (2012) mengeluarkan dua pertanyaan yang mengawali bukunya. Pertanyaan pertama adalah “Why do people have to leave each other?” dan pertanyaan kedua adalah “People leave, but do they return?” yang menunjukkan pentingnya detachment dari orang lain, atau dari sesuatu selain Tuhan YME; Allah SWT.

Mogahed berargumen bahwa saat kita percaya sepenuhnya pada Tuhan, percaya pada diri sendiri dan tidak mengekor seseorang atau segelintir orang, maka kita akan puas dengan keputusan kita sendiri.

Konsep Amanah: Memaknai Musibah dan Anugerah

Amanah yang kita dapatkan dari Tuhan YME; Allah SWT dapat berupa suatu anugerah dan/atau musibah. Apa yang datang pada kita, pasti akan pergi, sementara diri kita tidak meninggalkan diri kita sendiri. Tidak mungkin seorang Adin meninggalkan Adin sendiri; meninggalkan dirinya sendiri. Tapi teman-teman, keluarga, tetangga, guru dan murid Adin datang silih berganti dalam kehidupan Adin.

Adin sendiri juga datang dan pergi dalam hidup orang banyak. Begitu juga dengan barang, atribut berupa jabatan, pekerjaan dan lainnya. Semua datang dan pergi dalam hidup kita.

Amanah (trust) adalah tugas (task) yang Tuhan berikan pada kita untuk kita jalani. Ketika kita memperoleh masalah, sejatinya tugas dari Allah SWT; Tuhan YME adalah untuk menyelesaikannya. Jika kita menyampaikan masalah kita untuk diselesaikan oleh orang lain, itu seperti seseorang yang diberi tugas oleh bosnya untuk melakukan sesuatu, kemudian orang lain yang mengerjakan tugas itu.

Dengan tugas kita dikerjakan oleh orang lain, artinya kita merusak reputasi kita di hadapan bos kita. Sekarang kita merusak reputasi kita di hadapan Allah SWT; Tuhan YME. Kita lupa bahwa Dia memberikan masalah itu untuk kita selesaikan secara mandiri, dengan bantuan dari-Nya melalui orang-orang yang mampu untuk menolong kita.

Seseorang yang memiliki kemampuan untuk membayar orang lain untuk sebuah pekerjaan/tugas, pun sebuah badan/institusi/perusahaan tidak akan memberikan pekerjaan pada seseorang yang malah menambah masalah. Lowongan pekerjaan sejatinya adalah sebuah masalah yang tersedia untuk menjadi sumber penghasilan kita, namun juga untuk diselesaikan/dijalani. Artinya orang/perusahaan/instansi hendak membayar seseorang, agar masalahnya terselesaikan.

Jika modal kita hanyalah lembaran ijazah dan sertifikat, serta sederet prestasi tanpa solusi, maka kita tidak dibutuhkan oleh orang lain. Kenapa? Karena kita akan menjadi masalah, ketika kita tidak menawarkan solusi.

Penulis:  M.I. Nasution (Seorang Aspri, bekerja pada seorang guru besar)

 

You may also like