Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim saat melakukan pemantauan terhadap sekolah-sekolah di sekitar wilayah Bogor, Jawa Barat pada hari Kamis (30/07).
GENIAL.ID, Jakarta -   Proses belajar mengajar sejatinya bisa dilakukan di mana dan kapan saja, termasuk dalam kondisi apapun. 

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim melalui rekaman video pada diskusi daring dalam rangkaian Hari Anak 2020 yang dipantau di Jakarta, Selasa (4/8). 

Dia berpesan kepada anak-anak Indonesia untuk terus semangat dalam belajar. Kondisi sesulit apapun yang dihadapi jangan sampai mematahkan semangat belajar. Tetaplah semangat belajar untuk menggapai cita-cita yang diharapkan. 

"Situasi yang sulit bukannya mematahkan semangat belajar tetapi justru semakin menguatkan," ujarnya. 

Lebih lanjut Mendikbud mengatakan pada kondisi pandemi Covid-19 ini, anak-anak Indonesia harus tetap tegar dan semangat dalam belajar. Semangat dalam menimba ilmu pengetahuan harus tetap dijaga dengan tetap ulet dan tidak pantang menyerah. 

"Inilah anak Indonesia yang sesungguhnya, generasi yang ulet dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan di depan mata," tuturnya.

Nadiem  berharap semua anak Indonesia tetap sehat dan ceria dalam mengisi waktu serta mempelajari hal-hal yang disukai dan tentunya bermanfaat.

Tidak hanya memberikan dorongan kepada anak didik, Mas Menteri juga meminta peran serta orang tua agar lebih optimal dalam mendidik anak terutama saat pembelajaran jarak jauh masih diterapkan. Menurut dia, pendidikan yang baik dan menggembirakan hanya dapat terwujud apabila semua pihak mulai dari siswa, orang tua dan guru saling bergotong royong dalam mengerjakannya.

Pada kesempatan itu,  dia  juga memberikan apresiasi kepada organisasi Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang dinilai berperan besar dalam membantu memajukan pendidikan di Tanah Air terutama sektor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menurutnya, kepedulian yang ditunjukkan Kowani sejak 1951 tersebut telah membuahkan hasil yang besar di dunia pendidikan yaitu keluarnya Keputusan Presiden (Kepres) nomor 44 tahun 1984.

"Kepres tersebut memutuskan bahwa hari anak nasional diperingati setiap 23 Juli untuk mewujudkan Indonesia negara yang ramah anak," katanya. 

You may also like