Istimewa
Genial - Presiden Joko Widodo berkomitmen membangun Indonesia dari pinggir. Komitmen tersebut juga dilakukan dalam hal urusan mencerdaskan anak bangsa.

Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) upaya tersebut secara nyata dilakukan. Tidak hanya mencerdaskan anak bangsa yang berada di daerah 3T, namun upaya tersebut juga dilakukan di luar negeri, seperti mengirim para guru untuk memberikan pencerahan kepada anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia.

Kamis (17/10) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy melepas 94 guru peserta Community Learning Center (CLC) Sabah-Serawak Tahap 10 di Gedung A Lantai 3 Graha Utama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.  Dalam sambutannya dia berpesan bahwa para guru ini merupakan duta Indonesia yang merupakan perwakilan Indonesia sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap nasib anak-anak Indonesia di Malaysia.

“Kalian adalah duta Indonesia yang mewakili pemerintah Indonesia sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap nasib anak-anak Indonesia yang ada di luar negeri khususnya Malaysia,” ungkapnya.

Muhadjir mengatakan ini merupakan upaya nyata yang dilakukan pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa. Pemerintah tidak hanya memberikan kepedulian di daerah 3T, tapi juga hadir mencerdaskan anak-anak bangsa yang ada di luar negeri.  “Dan ini adalah merupakan bentuk komitmen Presiden Jokowi yang akan membangun Indonesia dari pinggiran, sedangkan yang kalian lakukan itu jauh lebih pinggir lagi, dan itu luar biasa,” imbuhnya.

Lebih lanjut Muhadjir meminta kepada para guru untuk bisa memberikan peran lebih untuk anak-anak Indonesia di Malaysia agar tidak hanya pengetahuan saja yang mereka dapat tetapi juga terkait dengan mental mereka.

“Di Malaysia banyak sekali anak Indonesia yang tidak mendapatkan pendidikan yang bagus. Saya minta kalian bisa memiliki peran yang lebih, multi role, jadi kalian tidak hanya sekedar seorang guru tetapi juga bisa berperan yang lainnya termasuk juga memberi inspirasi, menanamkan nasionalisme kepada anak-anak Indonesia di sana, karena walau bagaimanapun mereka tetap anak Indonesia,” ucap Mendikbud.

Menurut Muhadjir membentuk mental anak-anak lebih utama daripada guru hanya sekadar mentrasfer ilmu pengetuan kepada mereka.  “Jadi tanggung jawab kalian tidak hanya mentransfer ilmu yang kalian miliki tetapi juga membentuk mental anak-anak Indonesia di sana. Hal ini disebabkan walaupun sudah banyak anak-anak Indonesia Malaysia yang telah berhasil mengenyam pendidikan yang lebih baik, ada yang kuliah di ITB, UNY, dan lainnya, tetapi ada mental mereka yang belum terbentuk,” tuturnya.  (Adv)

You may also like