Menteri Agama Fachrul Razi
GENIAL.ID, Jakarta -  Guna mengurangi risiko penularan Covid-19 protokol kesehatan harus secara ketat dijalankan oleh warga selama  pelaksanaan shalat berjamaah, penyembelihan hewan kurban, dan pembagian daging hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha.

Demikian disampaikan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi  dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (30/7). 

Selain itu, Menag juga menyampaikan pentingnya meminimalkan kontak dengan orang lain dan persentuhan dengan barang-barang yang berpotensi menjadi sarana penularan virus corona. 

Dia mencontohkan seperti kotak amal.  Maka itu, dia meminta saat mengumpulkan infak  panitia menyediakan tempat  khusus memungkin jamaah tidak menyentuh kotak amal tersebut.

"Pengumpulan infak agar tanpa bersentuhan dengan kotak amal," ujarnya.

Sebagian masjid sudah tidak mengedarkan kotak amal guna meminimalkan risiko penularan virus. Beberapa pengurus masjid mengerahkan petugas untuk mengumpulkan infak dari jamaah menggunakan kantong.

Mengenai pelaksanaan Shalat Idul Adha, Menag mengatakan bahwa pada prinsipnya warga bisa melaksanakan shalat Id di lapangan atau masjid, kecuali di daerah tertentu yang belum diperbolehkan menggelar kegiatan ibadah berjamaah karena tingkat penularan Covid-19  masih tinggi.

Ia menegaskan agar protokol pencegahan Covid-19 harus dijalankan dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha. "Pastikan aman Covid-19, batasi pintu keluar masuk untuk pengecekan suhu jamaah, bawa alat shalat masing-masing, gunakan masker, jaga jarak, tidak salaman atau pelukan, khutbah singkat tanpa mengurangi syarat dan rukunnya," katanya.

You may also like