Istimewa
Genial -  Memasuki perairan Siprus kapal Israel diusir pergi oleh pasukan Angkatan Laut Turki.

Seperti dilaporkan oleh media Israel pada Sabtu (14/12), kapal Israel, Bat Galim memasuki perairan tersebut hanya untuk melakukan penelitian di perairan teritorial Siprus. Bat Galim merupakan kapal dari Lembaga Penelitian Oseanografi dan Limnologi Israel. 

Seperti dilansir  Aljazeera,  insiden itu terjadi ketika ketegangan atas eksplorasi sumber daya alam terus meningkat di wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan sebelum pasukan Angkatan  Laut Turki mengusir kapal Israel, terlebih dahulu meminta penjelasan terkait kegiatan yang mereka lakukan. Setelah meminta penjelasan, Angkatan Laut Turki langsung meminta kapal itu meninggalkan wilayah Laut Mediterania.

Insiden itu terjadi beberapa pekan setelah Turki menandatangani perjanjian dengan Libya yang memetakan batas di timur Laut Mediterania, memotong wilayah laut yang diklaim milik Yunani. Selain kedaulatan, wilayah laut itu diperebutkan karena prospek sumber daya hidrokarbon yang menguntungkan.

Seperti dilansir CNNIndonesia Yunani dan Turki sendiri belum membatasi Zona Ekonomi Eksklusif mereka, di mana hal itu memungkinkan negara lain untuk mengeksploitasi kekayaan bawah laut.

Siprus, Israel dan Mesir telah mematok ZEE. Lewat eksploitasi itu mereka telah menemukan ladang gas lepas pantai yang dapat memberi kekuatan ekonomi selama beberapa dekade. Kesepakatan Turki-Libya memicu ketegangan regional dengan Yunani, Siprus dan Mesir terkait hak pengeboran minyak dan gas di wilayah tersebut.

Tiga negara mengatakan perjanjian baru itu tidak konsisten dengan hukum internasional. Yunani bahkan mengusir duta besar Libya. "Perjanjian ini disusun dengan iktikad buruk," kata juru bicara pemerintah Yunani Stelios Petsas kepada wartawan pekan lalu.

Uni Eropa juga mengutuk perjanjian tersebut. "Itu melanggar hak berdaulat negara ketiga, tidak mematuhi Hukum Laut dan tidak dapat menghasilkan konsekuensi hukum apa pun untuk negara ketiga." (Mir) 

You may also like