Usman dan Harun/Net
GENIAL.ID. Usman Harun digantung oleh Singapura pada 17 Oktober 1968. Usman Harun bukan satu nama. Melainkan dua nama: Usman dan Harun.

Usman bernama lengkap Usman Jannatin bin H. Muhammad Ali. Ia lahir di Dukuh Tawangsari, Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, Jawa Tengah pada 18 Maret 1943. 

Sementara Harun bernama lengkap Harun Tohir bin Mandar. Ia lahir di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada 14 April 1943.

Usman dan Harun adalah anggota KKO atau Korps Komando. Kini, KKO bernama Korps Marinir. Korps ini berada di bawah kendali langsung Panglima TNI. Tugas Korps Marinir adalah menyelenggarakan operasi amphibi, operasi pertahanan pantai, dan pengamanan pulau terluar strategis dalam rangka OMP dan OMSP serta operasi lainnya sesuai kebijakan Panglima TNI.

OMP adalahh Operasi Militer Untuk Perang, sementara OMSP adalah  Operasi Militer Selain Perang.

Baret pasukan elit ini berwarna ungu. Warna ungu dipilih karena dalam mitologi Jawa, ini menjadi warna selendang Nyai Roro Kidul, yang dikenal dalam mitos sebagai penguasa samudera Indonesia. Warna ini juga diilhami warna bunga Bougenville yang telah gugur sebelum layu. Artinya pengabdian seorang prajurit Korps Marinir dalam mempertahankan dan memelihara keutuhan negara.

Kembali ke Usman dan Harun. Saat itu, tahun 1960-an, Indonesia dan Malaysia berkonfrontasi. Usman dan Harun ditugaskan untuk menyusup ke Singapura. Keduanya sangat ahli menyamar dan bisa berbahasa China, Belanda dan Inggris. 

Di Singapura mereka melakukan sabotase dengan meledakan bom di Baseman Hotel Mc Donald di Orchard Road. Ledakan bom mengegerkan masyarakat dan pemerintah Singapura. 

Harun dan Usman segera melarikan diri dengan motorboat menuju pangkalan militer di Sumbu Riau. Namun sayang, motorboat tersebut mogok di tengah laut dan mereka berdua ditangkap oleh petugas patroli laut Singapura. 

Mereka kemudian dijatuhi hukuman mati gantung dengan tuduhan pembunuhan terencana dengan aksi sabotase. Jenazah keduanya dibawa kembali ke Indonesia dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. [pmu]

You may also like