Penyerbuaan Kedutaan AS/Net
GENIAL.ID. Kelakuan Shah atau Raja Iran, Mohammad Reza Pahlevi, kian menjadi-jadi. Selain diktator, hidup dengan pesta-pora, korup, Reza juga dinilai “menjual”negaranya kepada Amerika Serikat. Ia menjadi kaki tangan negeri Paman Sam.

Rakyat Iran tentu saja tak tahan lagi. Mereka menggelorakan Revolusi. Mereka juga melakukkan demonstrasi dan menuntut agar Ayatollah Imam Khomeini, yang berada dalam pengasingan di Prancis, kembali ke Iran. Menjawab demo ini,  tentara kerajaan melepaskan timah panas ke arah demonstran. Akibatnya 89 orang tewas. Peristiwa di Lapangan Jaleh ini kemudian dikenal sebagai Black Friday.

Gelombang Revolusi terus terjadi. Hingga pada Juli 1979, akhirnya kerajaan dan pemerintahan Reza Pahlevi tumbang. Amerika Serikat ikut campur untuk membantu Rahlevi kabur dari tanah airnya.

Maka pada 4 November 1979,  mahasiswa Iran mengepung dan menduduki Kedutaan Besar AS di Teheran. Marangsek masuk ke Kedutaan,  mereka menyandera 66 orang. Sandera ini merupakan para diplomat dan karyawan kedutaan. Setelah beberapa saat, sebanyak 13 orang sandera dibebaskan.

Amerika Serikat tentu saja tak tinggal diam. Mereka  melakukan berbagai aksi untuk membebaskan sandera dengan  Operasi Cakar Elang (Operation Eagle Claw). Namun operasi ini gagal total. Sandera ditahan selama 444 hari.

Akibat kejadian ini AS memberikan sanksi pada Iran. Kerjaaan Iran sendiri kemudian berubah menjadi Republik Islam Iran yang mandiri dan berdaulat hingga kini. [pmu]

You may also like