Istimewa
Genial - Wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode ditanggapi serius oleh Presiden Joko Widodo. Dia secara tegas menolak wacana tersebut. 

Jokowi menilai pihak  yang menghembuskan wacana tersebut  bisa jadi ingin menjerumuskan dirinya. Menurutnya ada tiga makna dari usulan tersebut. 

"Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. Itu ada tiga [maknanya] menurut saya: Satu, ingin menampar muka saya; yang kedua ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka; yang ketiga ingin menjerumuskan," ujarnya saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12).

Dia secara tegas mengatakan fokus amandemen UUD 1945 fokusnya pada masalah Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Tapi sangat disayangkan usulan ini malah melebar ke masalah pemilihan dan masa jabatan presiden.

Baca Juga: 

Hasto: Amandemen Soal Haluan Negara Yes Masa Jabatan Presiden No

Dia mencontohkan misalnya muncul usulan presiden kembali dipilih MPR. Kemudian muncul wacana masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Selain itu, muncul juga wacana masa jabatan presiden delapan tahun dengan satu periode jabatan.

"Kan kemana-mana seperti yang saya sampaikan. Jadi, lebih baik, tidak usah amendemen," ujarnya.

Sebelumnya wacana masa jabatan ditambah tiga periode mengemuka. Wacana ini disampaikan oleh politikus PPP Arsul Sani.  Dia mengatakan penambahan masa presiden termasuk salah satu wacana terkait amendemen UUD 1945.

"Kalau dulu [ketentuannya] 'dapat dipilih kembali' itu kan maknanya dua kali juga sebelum ini. Tapi kan terus-terusan. Kalau [wacana] ini kan hanya dapat dipilih satu kali masa jabatan lagi. Kemudian ada yang diusulkan menjadi tiga kali. Ya itu kan baru sebuah wacana ya," ujarnya di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11).

Dia pun menjelaskan ada usulan yang lain, yakni masa jabatan presiden diubah menjadi satu periode saja. Namun, memiliki durasi selama 8 tahun dalam satu periode. Dia menjelaskan alasannya, bahwa  masa jabatan presiden delapan tahun itu akan membuat presiden-wakil presiden mampu dengan mudah mengimplementasikan programnya dengan lebih baik. (Mir) 

You may also like