Surya Paloh dan Sohibul Iman (net)
Genial - Presiden Joko Widodo menyinggung pertemuan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Presiden Jokowi menyebut Surya Paloh terlihat lebih cerah setelah bertemu dengan Sohibul Iman.

Komentar ini dilontarkan Jokowi saat menyapa para ketua umum partai yang hadir di peringatan ulang tahun ke-55 Partai Golkar.

Saat menanyakan pertemuan tersebut pada Paloh, menurut Jokowi, sang Ketum Nasdem tak langsung menjawab.

Awalnya, Jokowi menyapa satu per satu para tokoh yang hadir.

Begitu sapaan sampai di Surya Paloh yang hadir sebagai tamu undangan, Jokowi pun menyinggung soal pertemuan Surya dengan Sohibul beberapa waktu lalu.

"Yang saya hormati para ketua umum, Bapak Surya Paloh yang kalau kita lihat malam hari ini beliau lebih cerah dari biasanya, sehabis pertemuan beliau dengan Pak Sohibul Iman di PKS," kata Jokowi.

Pernyataan Presiden Jokowi langsung disambut tawa dan sorak sorai kader Golkar.

Presiden lalu bicara soal rangkulan Surya Paloh ke Sohibul yang sempat menghiasi headline sejumlah media massa.

"Saya tidak tahu maknanya apa," kata Jokowi lagi.

"Tidak pernah saya dirangkul oleh Bang Surya seerat dengan Pak Sohibul Iman." pungkas jokowi.

Pernyataan Jokowi itu kembali disambut heboh para kader Golkar yang hadir.

Jokowi melanjutkan, sebenarnya ia sudah bertanya langsung ke Surya Paloh soal pertemuannya dengan Sohibul Iman.

Jokowi bertanya hal itu saat bertemu Surya di ruang tunggu, sebelum acara HUT Golkar itu dimulai.

Namun, Jokowi mengaku belum mendapatkan jawaban.

"Tadi di holding saya tanyakan, ada apa? Tapi nanti jawabnya, di lain waktu dijawab," kata Jokowi.

"Saya boleh bertanya dong, karena beliau masih di koalisi pemerintah."

Diberitakan, Surya dan Sohibul bertemu di kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (30/10).

Pertemuan Surya Paloh dan Sohibul Iman saat itu berlangsung dengan akrab.

Terdapat momen keduanya saling berangkulan di hadapan kamera pewarta.

Hasil pertemuan tersebut juga menyatakan tiga hal.

Pertama, kedua partai sepakat untuk memperkuat check and balance atau fungsi pengawasan terhadap pemerintah di DPR.

Kedua, Nasdem dan PKS sepakat menjaga kedaulatan NKRI dengan menjalankan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Ketiga, mewariskan sejarah kerja sama para pendiri bangsa, yakni antara kelompok nasionalis yang memuliakan nilai-nilai agana dan kelompok Islam yang memegang teguh nilai-nilai kebangsaan. (Mil)


 

You may also like