Warga Desa Tersana, Kecamatan Sukagumiwang,  Indramayu  kembali menggelar aksi unjuk rasa, Pada Jumat (10/7). Ini merupakan aksi unjuk rasa yang kelima  menuntut Kepala Desa Tersana  segera mundur dari jabatanya.
GENIAL.ID, Indramayu - Warga Desa Tersana, Kecamatan Sukagumiwang,  Indramayu  kembali menggelar aksi unjuk rasa, Pada Jumat (10/7). Ini merupakan aksi unjuk rasa yang kelima  menuntut Kepala Desa Tersana  segera mundur dari jabatanya karena telah menyerahkan aset desa tanpa syarat untuk kepentingan  Pemilihan Kepala Desa pada 2017 lalu. 

Aksi unjuk rasa kali ini agak berbeda. Masa aksi dihadang oleh masa pendukung Kepala Desa Tersana.  Akibat penghadangan ini mereka tidak bisa melakukan orasi di depan Kantor Balai Desa untuk menyuarakan tuntutannya.

Pantauan awak media,  demo tandingan ini terdiri dari pamong Desa  Tersana, dan unsur pamong Desa lain yang turut membantu dalam kekuatan masa pendemo tandingan.

Seperti disampaikan salah satu warga yang namanya tidak mau disebutkan mengungkapkan bahwa pendemo tandingan kebanyakan bukan warga asli Tersana.  Bahkan ada ormas yang turut bergabung dalam masa demo tandingan. Mereka memiliki tujuan yang sama yakni untuk meredam aksi unjuk rasa yang menuntut Kepala Desa Tersana mundur. 

"Kebanyakan pamong desa lain dikerahkan untuk meredam aksi unjuk rasa warga Tersana karena takut ada letupan unjuk rasa di desa masing-masing yang turut termotivasi melihat kesadaran demokrasi warga Tersana sehingga melakukan unjuk rasa kepada kuwunya," katanya. 

Dalam unjuk rasa kali ini sempat ada kericuhan di mana masa pendemo tandingan menyerang posko warga tepatnya di pos pojok blok Grabyagan tempat berkumpulnya massa aksi tersebut.  Kerusuhan tidak terjadi sebab aparat keamanan dengan sigap menghalang-halangi. 

Kapolres Indramayu AKBP Suhermanto, S.I.K., M.Si  mengungkapkan, permasalahan Kuwu Tersana sudah masuk tahap penyelidikan. Dia memastikan bahwa proses hukum sudah berjalan dan beberapa saksi sudah dilakukan pemeriksaan.

"Jika warga memiliki bukti dan saksi silahkan datang ke Polres Indramayu, dan kami terbuka 24 jam untuk warga yang ingin mengadukan, namun diharapkan bukti-bukti terkait harus bisa di pertanggungjawabkan di depan pengadilan," ujarnya. 

Suhermanto meminta, demi keamanan dan ketertiban, apalagi di situasi pandemi Covid-19. Dia meminta warga yang melakukan aksi  unjuk rasa tetap memperhatikan dan mengikuti protokol kesehatan.

“Untuk mempertanyakan perkembangan penyelidikan perkara kuwu Tersana, kami siap beraudiensi dengan warga dan kami akan profesional tidak memihak kepada kelompok manapun apa bila ada alat bukti dan saksi-saksi yang bisa di tunjukan ke kami maka kami siap memprosesnya,” ujarnya di depan masa aksi unjuk rasa. 

Diakui Suhermanto sudah 5 minggu berjalan masa aksi unjuk rasa belum ada satupun yang melaporkan terkait tuntutan unjuk rasa agar Kuwu Kuseri diproses secara hukum. 

You may also like