M Rafik Perkasa Alamsyah 
Genial - Peristiwa pemberontakan para loyalis setia pendiri Kerajaan Majapahit Dyah Wijaya atau Raden Wijaya, bisa menjadi pelajaran berharga bagi para pemimpin.  Kisah ini terjadi ketika di awal Majapahit berdiri yang berhasil mengambil alih kekuasaan Jawa dari Jayakatwang Kediri Daha, 
dan Majapahit juga berhasil mengusir Penjajah Mongolia yang sebelumnya berhasil dimanfaatkan menjadi sekutu buat menyerang Jayakatwang. 

Pasca Kemenangan Majapahit terjadi persaingan antara para loyalis pendukung Raden Wijaya sehingga suhu kondisi politik Majapahit memanas.  Saling fitnah, dan tidak percaya berujung dengan hasil Fitnah salah satu petinggi Majapahit yang menyebabkan sejumlah rangkaian pemberontakan. Antara lain,  pemberontakan Ronggolawe, pemberontakan Lembu sora, pemberontakan Nambi yang terbesar dan berhasil dipadamkan Patih Gajah Mada. 

Dan efek dari pemberontakan ini membuat stabilitas internal Majapahit melemah dan merugikan masyarakat. Sehingga  Majapahit kehilangan pahlawan baik dan fondasi kekuatan Majapahit yang disingkirkan karena fitnah sesama loyalis Raja Majapahit Raden Wijaya.  

Sejarah yang terjadi di awal berdirinya kerajaan Majapahit ini bisa saja terulang, apalagi dalam sebuah politik kekuasaan. Hikmah yang bisa dipetik dari kisah ini adalah seorang pemimpin besar harus menjadi pemimpin yang bijaksana dan tidak bertelinga tipis dalam mengelola suatu informasi atau pun masukan usulan kebijakan dari loyalis nya. 

Dalam mengelola potensi Loyalis harus mengedepankan   jiwa adil dan melihat kinerja loyalis serta mengedepankan penilaian berdasarkan integritas kompetensi dan akhlak yang baik.  Setiap gerakan perjuangan loyalis harus diberikan penghargaan dan jika kalau ada salah, harus secara  tegas diberikan hukuman.   Dalam ilmu management punishment  dan reward merupakan sistem aturan yang adil dan bijaksana dalam mengelola suatu organisasi. 

Tulisan ini penulis buat dalam rangka mengingatkan kita semua pascamunas Golkar ke X dalam masa penentuan Kabinet Baru ketua umum terpilih Airlangga Hartarto.   Penentuan posisi kabinet baru Golkar yang akan tertuang di struktur DPP Golkar yang baru merupakan penentu fondasi dasar kesuksesan Golkar di bawah Kepemimpinan Airlangga Hartarto. Yakni pemimpin yang  adil dan bijaksana. Sosok pemimpin yang  telah berhasil mengangkat Golkar dari keterpurukan. Dan pemimpin partai yang akan membuat perubahan besar untuk Indonesia yang lebih baik ke depan. *

*Penulis

M Rafik Perkasa Alamsyah  (DPP MKGR / PP AMPG / Almaun)

You may also like