Ilustrasi/Net
GENIAL.ID. Batas Kesultanan Utsmaniyah melewati antar-benua.  Dari perbatasan antara Asia dan Eropa, Utsmaniyah juga menguasai Tripoli dan Barca. Wilayah di Afrika ini dikenal sebagai Eyalet Tripolitania dan berada di bawah kekuasaan Utsmaniyah sejak tahun 1864.

Eyalet Tripolitania ini dipimpin oleh seorang Pasha atau gubernur. Dan meski berada di benua Afrika, wilayah ini hanya dipisahkan  Laut Mediterania dengan Kerajaan Italia di Eropa.

Kerajaaan Italia pun berambisi menjadikan kawasan ini sebagai bagian dari wilayahnya. Selain karena ambisi kerajaan-kerajaan di Eropa yang melakukan ekspansi ke berbagai wilayah di dunia saat itu, Italia juga punya romantisme sejarah dengan Tripolitania dan Barca. Di masa lampau, kawasan ini disebut sebagai Kirenaika, yang merupakan provinsi Roma kuno di pantai utara Afrika antara Mesir dan Numidia.

Maka pada September 1911 terjadi peperangan di kawasan ini antara Italia melawan Kerajaan Utsmaniyah. Orang Utsmaniyah mengenal peperangan ini sebagai Perang Italia-Ottoman. Sementara Orang Italia sendiri menyebutnya sebagai Guerra di Libia.

Tepat pada 5 November 1911, Italia berhasil menguasai provinsi Tripolitania dan Kirenaika. Namun perang terus berlanjut hingga tahun 1912. Pada 18 Oktober 1912, Italia dan Utsmaniyah menandatangani kesepakatan damai di Lausanne, Swiss. Hasilnya, Utsmaniyah setuju memberikan kawasan ini kepada Italia.

Perjanjian ini, meski mengakhiri perang secara garis besar, namun perlawanan demi perlawanan tetap muncul. Misalnya perlawanan yang dilakukan Umar Mukhtar.

Soal Umar Mukhtar ini, mungkin Kamu pernah nonton film Omar Mukhtar, The Lion of the Desert. Film ini dibintangi Anthony Quin, Irene Papas, Oliver Reed, dan Rod Steiger. Film kolosal yang diproduksi Mustapha Akkad ini mengisahkan perjuangan Umar Mukhtar melawan tentara pendudukan Italia di kawasan ini.

Kelak kawasan ini dikenal sebagai negara Libya. [pmu]

You may also like