Foto: Antara
Genial -  Indonesia dan Laos melakukan kerjasama dalam bidang hukum. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan memorandum saling pengertian (Memorandum of Cooperation). 

Penandatanganan tersebut langsung dilakukan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, sedangkan Kementerian Kehakiman Laos diwakili oleh Menteri Kehakiman, Saysy Santyvong, di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin (4/11). 

Menkum HAM mengatakan  bahwa ini  merupakan memorandum jangka panjang dalam bidang legislasi."Nanti dia buat lagi muncul 'legal assistance', termasuk tindak pidana 'organize crime' antar lintas negara, secara khusus narkotika, dan lain-lain," imbuhnya seperti dilansir Antara.

Melalui memorandum tersebut, kedua negara nantinya akan saling bertukar buku, ahli dan berbagai informasi yang dibutuhkan dalam rangka penguatan kerja sama di bidang hukum.

Yasonna mengatakan penandatangan memorandum tersebut merupakan hasil tindak lanjut pertemuan bilateral antara Kemenkumham dan Kementerian Kehakiman Laos dalam acara ASEAN Law Ministers Meeting Ke-10 pada 2018 lalu. "Kita berjanji untuk meneruskan dalam bentuk kerja samanya, maka ini adalah jawaban atas pertemuan tersebut," ujarnya. 

Lebih lanjut dia yakin melalui kerjasama ini Indonesia dan Laos bisa saling bersinergi dalam penguatan di bidang hukum, khususnya dalam pemberantasan narkotika.

Indonesia memandang Laos sebagai negara yang cukup baik dalam pemberantasan narkoba. Dengan adanya perjanjian tersebut, diharapkan baik Indonesia maupun Laos dapat saling bersinergi mencegah masuknya narkotika ke dalam masing-masing negara.

"Kerja sama kita di dalam bidang pemberantasan narkotika ini menjadi sangat penting. Tanpa kerja sama, bahan-bahan 'substance' narkotika dari beberapa negara di ASEAN ini yang masuk ke Indonesia harus kita cegah bersama,"  katanya. (Mir) 

You may also like