Istimewa
Genial -   Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi  mengatakan bahwa Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) memiliki keinginan menyikapi perseteruan antara AS dan Iran. Kedua negara ini berharap agar ketegangan politik di kawasan Timur Tengah yang sempat memanas setelah tewasnya petinggi militer Iran akibat serangan AS segera mereda.

“Dan kemarin kita juga melakukan tukar pikiran, saya bertemu dengan Menlu UEA dan kita membahas itu. Prinsipnya sama kita tidak ingin situasi menjadi lebih memburuk,” ujar Retno di Emirates Palace Hotel Abu Dhabi, Minggu malam, dilansir Antara. 

Ia baru saja selesai mendampingi Presiden Jokowi dalam sejumlah agenda kenegaraan di Istana Qasr Al Watan bersama Putra Mahkota UEA Mohamed Bin Zayed (MBZ).

Retno mengatakan Indonesia sangat khawaitir jika ketegangan AS dan Iran berujung perang. Dan kekhawatiran yang sama juga dirasakan oleh negara-negara yang berada di kawasan tersebut, termasuk UEA. 

“Saya kira semua orang khawatir ya karena mereka lebih dekat. Jangankan mereka, kita yang dari jauh pun khawatir," ujarnya.

Dia sangat berharap tidak terjadi perang disana. Sebab tidak ada perang pun secara ekonomi kita menghadapi tantangan yang berat.

"Saya sampaikan selain hitung-hitungan bahwa perang itu tidak akan menguntungkan siapapun, perang itu akan berpengaruh pasti terhadap ekonomi dunia yang sudah tanpa perang pun sudah tertekan terus ke bawah,” imbuhnya.

Bahkan Putra Mahkota UEA Mohamed Bin Zayed dan Presiden Joko Widodo dalam pertemuan juga sempat menyinggung persoalan tersebut. “Disinggung, tapi enggak banyak. Karena sekali lagi, fokusnya adalah ekonomi,” katanya.

Menurut Retno, meningkatnya ketegangan politik hingga perang akan sangat merugikan, bagi Indonesia misalnya yang sangat langsung terdampak adalah nasib WNI.

“Karena di Iran kalau menurut data yang ada di kita jumlah WNI kita di sana itu lebih dari 400, sementara yang di Irak adalah 800. Dan kita tahu jumlah yang ada pasti lebih besar dari data yang kita terima,” katanya. (Mir) 

You may also like