Istimewa (Net)
Genial - Salah satu faktor penting dalam proses belajar mengajar adalah guru. Tanpa kehadiran guru, pendidikan tidak akan berjalan maksimal. Betapa penting dan strategisnya tugas guru, ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo “Guru itu bukan hanya sebuah pekerjaan, tetapi guru adalah menyiapkan sebuah masa depan”. Hal yang sama juga disampaikan Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim yang disampaikan pada Peringatan Hari Guru Nasional 25 Nopember 2019, yakni guru sebagai “yang termulia sekaligus yang tersulit”. 

Karena memang dalam praktiknya menjadi guru tidaklah mudah. Apalagi kalau bukan panggilan jiwa. Tentu akan sulit melaksanakan tugas dengan baik dan benar. Apalagi tingkat kesejahteraan guru masih belum semuanya baik, utamanya pada guru honorer dan belum bersertifikasi. 

Ikhtiar Pemerintah memberikan perhatian kepada para guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) baik melalui tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terus dilakukan. Upaya yang dilakukan Pemerintah ini bertujuan untuk mendorong para guru honorer agar dapat memiliki kualitas yang dibutuhkan sebagai penyiap masa depan generasi Indonesia maju. 

Pemerintah telah memberikan apresiasi yang baik, walaupun belum bisa memuaskan semua pihak. Karena itu perlu ada kolaborasi dengan semua pihak untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Beberapa upaya yang telah dan akan terus dilakukan oleh Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru ; Pertama, dengan menerbitkan Undang-Undang (UU) Nomor 14 tahun 2015 tentang Guru dan Dosen yang menjadi landasan bagi guru dalam melaksanakan kewajiban dan hak-haknya. 

Sehingga memiliki landasan konsitusional dan payung hukum yang kuat. Kedua, mengangkat para guru yang memenuhi persyaratan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil atau Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Ketiga, memberikan tunjangan profesi bagi guru yang telah lolos ujian sertifikasi. Sehingga, sekalipun guru tersebut bukan PNS/ASN, memiliki tunjangan yang setara. Keempat, memberikan tunjangan khusus bagi guru yang bertugas di daerah tertinggal, terluar dan terjauh di wilayah negara Indonesia. Tunjangan khusus ini diharapkan dapat membantu meringankan beban guru menghadapi kerasnya perjuangan mendidik siswa di daerah yang sangat tertinggal atau tertinggal, termasuk di dalamnya. Guru Garis Depan (GGD). 

Kelima, memberikan insentif kepada guru Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) serta guru yang ditugaskan mengajar di Malaysia. Tujuan pemberian insentif adalah untuk memberikan kesejahteraan dan penghargaan dalam bentuk uang, serta meningkatkan kinerja guru sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya. 

Selain itu, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48/2005 juncto (jo) PP. Nomor 43/2007 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil menegaskan bahwa guru menjadi prioritas dalam mengangkat tenaga honorer melalui jalur CPNS. Hal ini sebagai bukti perhatian pemerintah dalam perbaikan nasib guru termasuk guru. 

Kolaborasi Pemerintah dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) Pendidikan, sangat penting untuk mendukung kontribusi nyata para guru honorer, dalam mengisi kantung-kantung layanan pendidikan di seluruh Indonesia. Jika kita lihat data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan per-Desember 2018, jumlah guru yang dibutuhkan 988.133. Sementara guru yang tersedia baru 707.324, sisanya adalah guru honorer.

Oleh karena itu, anggapan bahwa kontribusi guru honorer tidak berarti atau dianaktirikan, merupakan hal berlebihan. Pemerintah menyadari betapa penting dan strategisnya peran guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerintah bekerja berdasarkan Undang-Undang dan peraturan yang berlaku serta kemampuan yang dimiliki untuk mewujudkan kesejahteraan umum. Sehingga, ikhtiar untuk mensejahterahkan guru terus dilakukan Pemerintah. Selamat Hari Guru Nasional. Wallahualam. 

Penulis: Faozan Amar. (Pengajar pada Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka)

You may also like