Tokugawa Ieyasu/ Net
GENIAL.ID. Perselisihan di dalam pemerintahan mengguncang stabilitas di Jepang. Intrik dan saling rencana untuk melakukan pembunuhan terjadi. Apalagi setelah meninggalnya Toyotomi Hideyoshi, yang memimpin Jepang dari zaman Sengoku atau sekitar tahun 1493 sampai dengan tahun 1573.

Pada tanggal 21 Oktober 1600 terjadilah Pertempuran Sekigahara di bagian Barat Mino, Jepang. Tepatnya di pegunungan yang memisahkan wilayah Chūbu dan wilayah Kinki. Mino adalah provinsi lama Jepang yang sekarang menjadi bagian selatan prefektur Gifu dan berbatasan dengan provinsi Echizen, Hida, Ise, Mikawa, Omi, Owari, dan Shinano. 

Hingga kini, Mino salah satu sentra produksi washi yang terbaik di Jepang.

Dalam Pertempuran Sekigahara, Tokugawa Ieyasu melawan pihak Ishida Mitsunari. Tokugawa Ieyasu terlahir dengan nama Matsudaira Takechiyo. Ia merupakan seorang daimyo dan shogun di Jepang.  

Oh ya, Daimyo berarti kepala keluarga terhormat atau orang yang memiliki pengaruh besar di suatu wilayah, serta memiliki hak atas tanah yang luas dan memiliki banyak Samurai sebagai pengikut. Sementara Sogun berarti jenderal, atau panglima angkatan bersenjata. 

Dalam periode Sengoku, Tokugawa Ieyasu mempersatukan Jepang bersama Toyotomi Hideyoshi dan Oda Nobunaga. Tokugawa Ieyasu membangun Keshogunan Tokugawa, yang merupakan pemerintahan diktator militer dan secara turun temurun dipimpin oleh shogun keluarga Tokugawa. 

Kelak, Restorasi Meiji atau Revolusi Meiji mengakhiri Keshogunan Tokugawa dan mengembalikan kekuasaan di Jepang kepada Kaisar pada tahun 1868. [pmu]
 

You may also like