istimewa
GENIAL.ID, Washington - Pejabat utama pemilihan umum Arizona Katie Hobbs pada Rabu (18/11) mengatakan dia menghadapi peningkatan ancaman kekerasan atas hasil pemilihan presiden 3 November.

Hobbs menyalahkan Presiden Donald Trump karena menyebarkan informasi salah untuk merongrong kepercayaan pada hasil pemilu itu.

Joe Biden dari Demokrat mengalahkan Trump di Arizona hingga lebih dari 10.000 suara, menurut Edison Research. Kemenangan di negara bagian ini membuat Biden mengamankan 306 suara elektoral sementara Trump 232 suara elektoral.

Trump melampiaskan kemarahannya di Twitter, membuat klaim meragukan atas kecurangan pemilu. Sementara, ikhtiarnya untuk memperkarakan hasil pemilu di pengadilan di seluruh negeri sejauh ini hampir seluruhnya gagal.

Jajak pendapat menunjukkan keluhannya tentang pemilu "curang" memiliki manfaat politik. Setengah dari anggota Partai Republik Trump memercayai keluhan-keluhan itu, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos.

Hobbs, Sekretaris Negara Bagian Arizona, menyebut ancaman yang ditujukan kepada keluarga dan stafnya "benar-benar menjijikkan". Namun, ia mengatakan ancaman-ancaman itu tidak akan mencegahnya melakukan tugasnya, termasuk mengesahkan hasil pemilu negara bagian.

"Tapi ada orang-orang, termasuk presiden, para anggota Kongres dan pejabat terpilih lain, yang melanggengkan informasi salah dan mendorong orang lain tidak memercayai hasil pemilu dengan cara melanggar sumpah jabatan yang mereka ucapkan," kata Hobbs dalam pernyataan. 

"Sudah saatnya mereka berhenti. Kata-kata dan tindakan mereka membawa akibat," katanya.

Dia tidak memberikan perincian tentang jenis ancaman yang dialaminya.

Disemangati oleh klaim palsu Trump tentang kecurangan pemilu, ribuan pendukung Trump bergabung dalam demo di seluruh negeri, termasuk pada Sabtu (14/11) di Washington, untuk menentang kemenangan Biden.

You may also like