Napoleon Bonaperte/Net
GENIAL. ID. Saat masih sekolah, logatnya medok. Ia memakai bahasa Korsika yang sangat kental. Korsika merupakan tempat kelahirannya. Sebuah pulau terbesar keempat di Laut Tengah, dan merupakan salah satu dari 26 region Prancis. 

Karena berbicara dengan bahasa Korsika yang kental, ia sering dicemooh teman-temannya. Namu ia tak putus asa. Ia terus belajar. Apalagi ia cukup pandai dalam pelajaran sejarah dan geografi, serta sangat pandai dalam bidang matematika.

Ia adalah Napoleon Bonaparte. Dalam bidang militer ia sangat jenius. Dalam usia 25 tahun sudah diangkat menjadi Panglima Besar Militer Kerajaan Prancis. Ia sendiri lahir pada 15 Agustus 1769. Ia kemudian menjadi Kaisar Perancis dari tahun 1804 sampai tahun 1814, dan kembali pada tahun 1815. 

Nah, 15 Oktober 1815, pria yang pernah menguasai daratan Eropa dan dikenal sebagai salah seorang panglima hebat dalam sejarah itu harus tumbang. 

Hal itu tak lama setelah kalah strategi perang dengan Jenderal Mikhail Kutuzov dan Tsar Aleksandr I dari Rusia serta setelah kalah dalam Pertempuran Waterloo melawan Inggris, Belanda, dan Prusia. Pertempuran ini terjadi pada tanggal 18 Juni 1815 di dekat kota Waterloo sekitar 15 km selatan ibu kota Belgia, Brussels.  Ini merupakan pertempuran terakhir Napoleon. 

Pada tanggal 15 Oktober itu, Napoleon dibuang ke Saint Helena, sebuah pulau di Samudra Atlantik bagian selatan di lepas pantai Afrika. Ini merupakan pulau dengan dengan lanskap bukit-bukit dan alam bawah laut yang cantik.

Di antara kata-kata bijak Napoleon: Once you have made up your mind, stick to it; there no longer any if or but (Setelah Anda menetapkan keputusan, tetaplah pada keputusan tersebut, tidak ada lagi 'jika' atau "tetapi') serta Never interrupt your enemy when he is making a mistake" (Jangan mengganggu musuhmu ketika dia melakukan kesalahan). [pmu]

You may also like