Istimewa
GENIAL.ID, Jakarta -  Agar pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 berlangsung lancar di tengah pandemi Covid-19,  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus secara tegas menegakkan aturan dalam kampanye Pilkada. 

Permintaan ini disampaikan oleh  Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus  di Jakarta, Kamis (01/10).

Dia secara tegas meminta kepada pihak penyelenggara, khususnya Bawaslu tidak melakukan pembiaran terhadap pelanggaran protokol kesehatan selama tahapan Pilkada. Jika pelanggaran terhadap protokol kesehatan dibiarkan maka akan membahayakan masyarakat karena tahapan Pilkada akan berlangsung lama yaitu 70 hari kedepan.

"Tidak boleh ada pembiaran, ketika tahapan yang masih akan berlangsung lebih kurang 70 hari ke depan menimbulkan kerumunan tentu membahayakan kesehatan semua pihak," ujar politisi PAN ini. 

Dia mengingatkan kunci sukses pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19 bergantung pada ketaatan semua pihak dalam menerapkan protokol kesehatan. Maka itu, pengawasan dan penegakan sanksi tegas terhadap pelanggar protokol harus jadi prioritas.

Dia menilai ketaatan terhadap protokol kesehatan tidak hanya dilakukan oleh masyarakat yang menggelar pilkada. "Seluruh lapisan masyarakat mesti menjaga diri dan mencegah penularan Covid-19, terlebih di daerah yang menggelar pesta demokrasi," katanya.

Dia menilai agar "hajatan" Pilkada 2020 yang berlangsung di 270 daerah berlangsung tanpa kekhawatiran atas Covid-19, maka pasangan calon, partai pengusung, tim sukses paslon hingga konstituen dan pihak penyelenggara mesti saling mengingatkan untuk melakukan 3 M yaitu menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan.

Dia menilai saling mengingatkan juga tidak boleh ada kerumunan dan yang akan dapat memicu timbulnya klaster baru penyebaran Covid-19.

You may also like