Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Sri Renani Pantjastuti (Kiri) dan Director General The Jakarta Foundation Jakarta, Mr.Tsukamoto Norihisa (kanan) usai menandatangani MoU di Ruang Rapat Ditjen GTK Gedung D.
Genial - Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diwakili oleh Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Sri Renani Pantjastuti, menandatangani Implementing Arrangement atas Memorandum of Understanding (MoU) dengan Director General The Jakarta Foundation Jakarta, Mr.Tsukamoto Norihisa, Jumat (27/12) di Ruang Rapat Ditjen GTK Gedung D Lantai 11 Kemendikbud, Jakarta.

Direktur PG Dkmen Diksus, Sri Renanni Pantjastuti, dalam sambutannya mengatakan pertemuan penandatanganan Implementing Arrangement (IA) program Nihongo Partner sudah didahului pertemuan sebelumnya dan diharapkan bisa mempercepat segala sesuatu yang disepakati bersama. 

“Kerjasama dengan The Japan Foundation terkait dengan guru sudah dilakukan sudah lama, dan setelah program Nihongo partner nanti juga kita akan membahas tentang SSW (Special Skilled Workers) dan tentunya akan banyak hal lainnya sebagai langkah apa yang akan kita lakukan bersama”, tegas Sri Renani Pantjastuti. 

Konselor Kedutaan Jepang di Indonesia, Mr. Wakabayashi dalam sambutannya menjelaskan tentang program SSW yang akan dibahas kedepan, melalui program SSW pihak Jepang dapat mempelajari dimana di Indonesia toleransi sangat dijunjung tinggi dimana masing-masing masyarakatnya dapat menerima meskipun dari latar belakang yang berbeda-beda, agama yang berbeda, suku yang berbeda. 

Ditambahkan oleh Mr. Wakabayashi, bahwa The Japan Foundation kedepan akan berdiskusi bersama Ditjen GTK terkait penerimaan tenaga kerja asing melalui program SSW, dan ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi masyarakat Jepang, diharapkan kedepan kerjasama The Japan Foundation dengan Kemendikbud akan lebih maju dan berkembang menjadi lebih baik.

Tsukamoto Norihisa, Director General The Jakarta Foundation Jakarta mengatakan dalam sambutannya saya sangat berterima kasih akhirnya payung hukum penjanjian kerjasama antara Kemendikbud dengan The Japan Foundation bisa dilaksanakan untuk ditanda tangani pada Juni 2019, dan ini merupakan salah satu tugas saya bisa terlaksana”, ujar Tsukamoto Norihisa.

“Saya mulai bertugas di Indonesia sejak bulan maret 2016, dimana saya mempunyai PR besar membuat payung penjanjian antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah jepang, dan akhirnya akan dilaksanakan dengan penandatanganan Implementing Arrangemet (IA) pada hari ini, dan nanti pada 26 Januari 2020 masa jabatan saya sebagai Director General Japan Foundation Jakarta akan berakhir dan akan kembali pada awal Februri 2020”, tambah Tsukamoto.

Turut dalam penandatanganan Implementing Arrangement (IA) antara Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dengan The Japan Foundation, adalah perwakilan dari Pusat Informasi dan Budaya, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, perwakilan dari Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri Kemsetneg, perwakilan Biro Kerjasama dan Luar Negeri Kemendikbud, dan perwakilan dari Direktorat pembinaan SMA dan SMK. (Adv) 

You may also like