Dirjen GTK Supriano saat memberikan pengarahan dan menutup kegiatan Lomba Karya Inovasi Pembelajaran Bagi Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus di Aston Marina Ancol, Jakarta pada Sabtu (30/11).
Genial - Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2019 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar sejumlah kegiatan. Diantaranya Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus melalui Subdirektorat Kesejahteraan, Penghargaan, dan Perlindungan (Kesharlindun) menyelenggarakan Lomba Karya Inovasi Pembelajaran Bagi Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus yang dihelat di Aston Marina Ancol, Jakarta pada 27 November s.d. 1 Desember 2019. 

Pada malam penutupan dan penganugerahan lomba tersebut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Supriano memberikan arahan. Dalam arahannya dia meminta agar para guru senantiasa melakukan inovasi dalam pembelajaran. 

Inovasi pembelajaran harus dilakukan, sebab setiap masa pasti mengalami perubahan. Maka dalam mendidik siswa pun harus terus tidak henti-hentinya melakukan inovasi sesuai dengan jamannya. 

"Kecerdasan manusia sudah bergeser ke smart phone. Ini yang dialami generasi milenial. Dan mereka lebih berfikir instan dan cenderung tidak sabar. Maka guru harus memahami ini dan melakukan inovasi dalam pembelajaran," ujarnya saat memberikan pengarahan dan menutup acara tersebut, Sabtu (30/11) malam. 

Menurutnya para guru juga tidak boleh mengukur kecerdasan siswa dengan ukurannya guru. Tapi harus memberikan ruang untuk dialog dengan peserta didik dan melihat potensi yang dimiliki siswa. 

"Jika anak memiliki potensi dalam bidang olahraga, guru fisikia bisa mengkaitkan fisika dengan olahraga. Intinya guru harus melakukan inovasi, dan guru harus sering berdiskusi dengan guru BK. Sehingga mengetahui apa yang dimau oleh siswa," ujarnya. 

Lebih lanjut Supriano berpesan kepada guru yang hadir, agar terus melakukan inovasi. Dan bener-benar mengaplikasikan inovasi yang sudah ditemukan, dan bisa terus mengembangkannya. 

"Jangan sampai inovasi ini tidak dilakukan. Ini harus dipraktikan dalam pembelajaran di sekolah. Dan jika tidak mengpraktekan lebih baik dicabut gelar juaranya," ujar Supriano yang disambut dukungan oleh peserta. 

Dan dia pun berpesan, mendidikan anak adalah investasi masa depan. Maka itu, lakukan profesi guru sebaik-baiknya untuk menyambut 100 tahun Indonesia merdeka. 

"Kita mengajar bukan untuk saat ini. Tapi murid-murid kita saat ini adalah generasi produktif pada tahun 2045. Jika sekarang kita telah menyiapkan generasi yang berkualitas maka Indonesia akan mengalami kejayaan. Ini adalah jasa para guru seperti kalian," ujarnya. 

You may also like