Makam-makam di Monumen Peringatan dan Pemakaman untuk Korban Pembantaian Srebrenica-Potočari
Genial - Sastrawan Austria, Peter Handke (76) dinilai tidak layak mendapatkan penghargaan Nobel. Pasalnya Handke dianggap mendukung kekejaman pasukan Serbia dan penjahat perang, mendiang Slobodan Milosevich dalam konflik di bekas wilayah Yugoslavia pada 1990-an.

Aksi penolakan tersebut disampaikan oleh sejumlah perempuan yang berasal dari Srebrenica, Bosnia Herzegovina dengan menggelar aksi unjuk rasa di Ibu Kota Sarajevo. 

Aksi tersebut digelar saat Putri Mahkota Victoria dan suaminya, Pangeran Daniel, sedang melakukan lawatan, tepatnya di depan kedutaan besar Swedia di Sarajevo. 

Seperti dilansir AFP, Rabu (6/11) aksi tersebut rencana akan terus digelar setiap pekan sampai tanggal 10 Desember mendatang. Pada waktu inilah merupakan upacara penyerahan hadiah Nobel.

Dalam aksinya, para perempuan ini menyerahkan surat kepada duta besar Swedia agar tidak menyerahkan hadiah Nobel kepada Handke. Jika ini sempat terjadi menurut para pengunjuk rasa ini akan mempermalukan bangsa Swedia dan peradaban. Sebab yang menerima penghargaan Nobel adalah seorang yang mendukung kejahatan perang dan pembunuhan masal. 

"Kami tidak setuju dengan menganugerahi seseorang yang mendukung kejahatan dan pembantaian massal," kata pemimpin asosiasi orang tua korban pembantaian Srebrenica, Munira Subasic.

Selain itu, dalam suratnya para pengunjuk rasa menyampaikan jika Nobel tetap diberikan, maka ini sama saja telah mempermalukan bangsa Bosnia. (Mir) 

You may also like