Waketum PP DEMI, Azrizal Nasri
Genial - Pimpinan Pusat (PP)  Dewan Energi Mahasiswa Indonesia (DEMI) sangat menyesalkan sikap yang di tunjukkan oleh Kepala SKK Migas pada pertemuan SKK Migas, DEMI, Migas Centre Riau, Perwakilan Komunitas Mahasiswa Perminyakan Riau.

Pertemuan yang digelar di  di Kantor perwakilan SKK Migas Kota Pekanbaru, Kamis (13/2)  ini dihadiri Waketum PP DEMI. Pada pertemuan tersebut mengagendakan pembahasan dan diskusi program yang akan rencana dilaksanakan oleh masing-masing institusi yang hadir.

“Ada berapa persoalan memang yang dibahas dalam agenda tersebut diantaranya terkait bagaimana meningkatkan SDM Mahasiswa yang menyangkut Migas di Provinsi Riau serta membahas Leadership Camp yang rencana akan dilakukan, tetapi sesi saya pada usulan sesi pertemuan tersebut, kami sangat menyesalkan sikap yang ditunjukkan Kepala SKK Migas Sumbagut Kepada PP DEMI, tindakan tersebut dinilai menunjukkan sikap sebagai pejabat publik yang kurang menghargai toleransi beragama,”. ujar Waketum PP DEMI, Azrizal Nasri dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Kamis (13/2). 

Lebih lanjut dia menyampaikan   “Padahal saya hanya menyampaikan bahwa berhubungan sudah waktu sudah sore dan mengingatkan waktu sholat ashar telah tiba sehingga diharapkan pertemuan ini bisa mengambil kesimpulan,”  ujarnya menjelaskan. 

“Kami menyayangkan sekali bahwa respon yang di berikan oleh pimpinan pertemuan saat itu yaitu bapak Avecina Darwis yang juga adalah Kepada SKK Migas Sumbagut yang menyampaikan bahwa tindakan saya mengingatkan masalah waktu dan waktu sholat tersebut tidak sopan dan tidak memiliki etika, padahal niat kita hanya mengingatkan dan memberikan masukan pada pimpinan rapat,” jelasnya menambahkan. 

Dia mengatakan perilaku yang dia alami jangan sampai memberikan kesan bahwa  Kepala SKK Migas Sumbagus terlihat sebagai pimpinan yang otoriter dan tidak mau dibantah. Sehingga ke depan komonikasi lintas sektoral akan terhambat karena Kepala SKK migas tidak mampu menghargai pendapat orang lain. 

“Saya hanya mengharapkan bapak Kepala SKK Migas Sumbagut bisa memperbaiki sikapnya, karena sikap yang tidak mampu menghargai pendapat dan mudah tersinggung pasti akan berdampak tidak baik terhadap proses tata kelola Migas di Sumbagut,”  Pesan Azrizal Nasri yang merupakan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Paramadina ini. (Mir) 

You may also like