Kedekatan masyarakat Indonesia dan Maori terlihat pada saat Delegasi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) disambut hangat dengan upacara budaya Maori, Powhiri pada hari Jum’at (14/2) di Te Marae, Hawkes Bay.
Genial - Kedekatan masyarakat Indonesia dan Maori terlihat pada saat Delegasi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) disambut hangat dengan upacara budaya Maori, Powhiri pada hari Jum’at (14/2) di Te Marae, Hawkes Bay.

Pada kesempatan tersebut pimpinan Delegasi Sidarto Danusubroto menerima ‘toku’ daun yg diambil di permukaan tanah sebagai tanda diterimanya rombongan untuk masuk ke Te Marae. Te Marae adalah rumah adat untuk tempat pertemuan dan kegiatan komunitas Maori.

Hawkes Bay adalah rumah bagi beberapa Komunitas Maori terbesar.

Pada tanggal 9 November 2019 Te Marae ini diberikan oleh Komunitas Maori di Hawkes Bay sebagai hadiah kepada 
masyarakat Indonesia, yang diwakili oleh Duta Besar RI Tantowi Yahya, dalam upacara powhiri pula. Indonesia adalah negara pertama yang mendapatkan penghargaan seperti ini.

Karena sudah dianggap sebagai bagian dari mereka, Dubes Tantowi diminta sebagai tuan rumah dalam pertemuan dengan delegasi Wantimpres yang berlangsung dibawah cuaca cerah. 

Mewakili tuan rumah menyampaikan terima kasih kepada delegasi yang hadir dalam sambutannya. Ipang Wahid, yang ikut dalam rombongan diminta mewakili Delegasi menyampaikan sambutan. Yang bersangkutan menyampaikan kegembiraannya dan berterima kasih kepada Komunitas Maori yang merupakan kerabat dekat bangsa Indonesia. Kesamaan budaya, lagu, tari dan bahasa membuat kedua bangsa ini mempunyai Ikatan emosianal.

Setelah pertemuan di Marae, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama dengan hidangan makanan Maori yang lezat antara lain berupa ayam panggang, labu rebus, kentang bakar dan salad. 40 tamu undangan dari masyarakat Indonesia dan Maori, Ratu Pa Ariki, Mantan Konsulat asal Maori di Cook Island, Kepala Suku Maori di Hawkes Bay menikmati makanan dan hiburan yang ditampilkan.

Hiburan dibawakan oleh warga Maori, Cook Islands, delegasi dan tamu undangan, termasuk Dubes RI Tantowi. Dubes yang penyanyi ini menyanyikan lagu Mimpi Sedih yang sangat popular di Pasifik. Lagu ini diterjemahkan kedalam berbagai bahasa di Pasifik. Tantowi kemudian mengundang tamu-tamu dari Selandia Baru dan Cook Islands untuk ikut bernyanyi dalam bahasa mereka.

Delegasi Indonesia kemudian ikut nimbrung. Terjadilah lagu yang sama dinyanyikan dalam tiga bahasa. Sungguh indah bagaimana musik bisa dengan mudah mempersatukan bangsa-bangsa. 

Delegasi Indonesia dibawah pimpinan mantan Menaker, Hanief Dhakiri mengakhiri pertemuan dengan menyanyikan lagu Yamko Rambe Yamko. Suasana cair dan akrab membuat para tamu enggan mengakhiri acara.

Tantowi Yahya, Dubes RI untuk Selandia Baru yang juga Dubes Keliling RI untuk Pasifik menjelaskan bahwa Diplomasi Budaya adalah diplomasi yang menjadi andalan KBRI Wellington dalam mendekatkan Indonesia dengan masyarakat di Pasifik. (Mil)

You may also like